MUI Muara Enim dan PT TEL Menyatukan Dakwah, Spiritual dan Pemberdayaan Masyarakat
MUARA ENIM, SRIWIJAYA TERKINI.CO – Di sebuah ruang pertemuan di kawasan industri PT Tanjung Enim Lestari (TEL), Selasa pagi itu, suasana terasa berbeda. Tak hanya deretan kursi rapat dan layar presentasi yang memenuhi ruangan, tetapi juga percakapan hangat tentang dakwah, umat, dan masa depan masyarakat di sekitar perusahaan.
Di meja yang sama, para ulama dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Muara Enim duduk berdampingan dengan jajaran manajemen PT TEL. Mereka tidak sedang membicarakan angka produksi semata, melainkan bagaimana nilai-nilai agama dapat berjalan seiring dengan denyut dunia industri modern.
Pertemuan silaturahmi itu menjadi penanda ikhtiar bersama membangun sinergi antara dakwah dan pemberdayaan masyarakat.
Dewan Pertimbangan MUI Muara Enim, H Taufik Rahman, menyebut MUI sebagai rumah besar umat Islam yang memiliki tanggung jawab menjaga harmoni sosial sekaligus membina kehidupan keagamaan masyarakat.
“Karena itu, kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan harus berjalan bersama. Dakwah tidak cukup hanya di mimbar, tetapi juga harus hadir memberi manfaat nyata bagi umat,” tuturnya.
Percakapan kemudian mengalir pada berbagai persoalan umat yang semakin kompleks di tengah perkembangan zaman. Dari pembinaan masjid, pelatihan imam dan khatib, hingga sertifikasi halal bagi pelaku UMKM binaan perusahaan.
Ketua Umum MUI Muara Enim, Dr KH Solihan, menggambarkan pentingnya kebersamaan melalui filosofi sederhana: sapu lidi.
“Satu lidi mudah dipatahkan. Tetapi jika disatukan, ia menjadi kuat. MUI ingin menjadi perekat kebersamaan itu,” ujarnya sambil tersenyum.


