Herman Deru: FESyar Sumatera 2026 Momentum Perkuat Ekonomi Syariah dan Literasi Keuangan Masyarakat
“Kami terus membangun fondasi ekonomi yang kuat, termasuk pembangunan pelabuhan samudera yang akan mempercepat laju pertumbuhan ekonomi Sumsel. Terima kasih kepada Bank Indonesia yang selalu hadir mendampingi pemerintah daerah dalam menyusun strategi pembangunan ekonomi,” ujarnya.
Pada rangkaian pembukaan FESyar 2026, turut dilakukan penyerahan Sultan Muda Santri Card, komitmen pengiriman ekspor perdana produk olahan kelapa, kerupuk, dan rempah-rempah ke Tiongkok, serta penyerahan realisasi pembiayaan mikro kepada pelaku usaha.
Herman Deru menilai Program Sultan Muda yang telah menjangkau sekitar 9.900 peserta menjadi langkah strategis untuk mencetak lebih banyak wirausaha muda di Sumsel.
“Kalau satu youngpreneur mampu mengajak lima orang saja dalam usahanya, maka puluhan ribu Sultan Muda baru akan lahir dan menjadi penggerak ekonomi daerah,” katanya.
Sementara itu, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, merespons pandangan Herman Deru terkait belum maksimalnya pangsa pasar perbankan syariah di Indonesia yang masih berada di kisaran 8 persen.
“Sama seperti yang disampaikan Pak Gubernur tadi. Saya juga bicara dengan tim saya, ini kok tidak bergerak ya dari 8 persen total pembiayaan keuangan syariah kita dibandingkan dengan total keuangan. Ini ada apa sebenarnya? Karena kalau kita lihat, masyarakat Indonesia ini semakin syariah,” ujarnya.
Menurut Destry, sebagian masyarakat sebenarnya telah menyadari bahwa keuangan syariah memiliki potensi yang sangat besar untuk tumbuh dan berkembang. Ia menilai instrumen keuangan syariah relatif lebih stabil dibandingkan instrumen konvensional.
Dalam kesempatan itu, Destry juga memaparkan sejumlah tantangan ekonomi syariah di Indonesia, antara lain kapasitas produksi, standardisasi, sertifikasi halal, serta akses pasar yang belum merata.
Selain itu, kebutuhan pembiayaan syariah belum sepenuhnya terlayani oleh instrumen keuangan syariah yang sesuai, kompetitif, dan mudah diakses.
“Tantangan lainnya adalah pemahaman masyarakat terhadap ekonomi syariah yang masih cenderung terbatas,” jelasnya.
Mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”, FESyar Regional Sumatera 2026 menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut dihadiri Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti, Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru, Ketua Dekranasda Sumsel Hj Feby Herman Deru, Sekretaris Daerah Sumsel Edward Candra, serta para pemangku kepentingan ekonomi dan keuangan syariah dari seluruh wilayah Sumatera.(YL)


