Herman Deru Jadi Satu-Satunya Gubernur dari Sumatera yang Tampil sebagai Pembicara pada Konferensi Nasional Ekonomi Daerah OJK
Ia mengatakan, keberhasilan pengendalian inflasi menjadi fondasi penting dalam menjaga iklim investasi dan daya beli masyarakat di Sumsel.
Bahkan, inflasi Sumsel pada 2025 tercatat sebesar 2,91 persen year on year (yoy), yang mencerminkan keberhasilan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga pasokan komoditas utama.
Selain pengendalian inflasi, Herman Deru juga memaparkan program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) yang dijalankan selaras dengan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program tersebut diarahkan untuk membangun kemandirian pangan masyarakat sekaligus mengubah pola pikir masyarakat menjadi lebih produktif.
“Kami ingin program GSMP mengubah pola pikir masyarakat dari konsumtif menjadi produktif sehingga mampu mandiri secara ekonomi,” katanya.
Dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional, Herman Deru menegaskan pembangunan ekonomi daerah harus dilakukan secara bertahap dengan tetap menjaga stabilitas dan kesinambungan pertumbuhan.
Menurutnya, penguatan ekonomi daerah juga dilakukan melalui pemberdayaan generasi muda lewat program 100 Ribu Sultan Muda yang dikembangkan bersama OJK untuk mencetak wirausaha muda berbasis kreativitas dan ekspor.
“Saat ini sudah ada sekitar 9.800 anak muda yang tergabung dalam program Sultan Muda. Kini sebagian mereka sudah mampu melakukan ekspor. Jika masing-masing bisa merekrut lima temannya, maka akan tercipta puluhan ribu Sultan Muda baru di Sumsel,” jelasnya.
Ia menegaskan, generasi muda Sumsel tidak hanya didorong menjadi pekerja atau aparatur negara, tetapi juga menjadi pejuang ekonomi dan pelaku usaha yang memahami bisnis hingga pasar ekspor.


