Herman Deru Resmikan Jembatan Senilai Hampir Rp5 Miliar di OKI, Perkuat Konektivitas dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Desa
“Tidak ada gunanya membangun yang terlihat indah tetapi tidak dirasakan manfaatnya. Jembatan ini ibarat kebutuhan yang sangat mendasar karena menjadi penghubung aktivitas masyarakat,” katanya.
Herman Deru juga mengapresiasi langkah Bupati OKI, Muchendi Mahzareki, yang menjadikan pembangunan infrastruktur dasar sebagai prioritas utama. Menurutnya, meskipun masih muda, Bupati OKI memiliki kecerdasan dalam menentukan kebutuhan masyarakat yang harus segera dipenuhi.
Selain itu, Herman Deru menekankan bahwa keberhasilan pembangunan membutuhkan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat.
Ia mengajak masyarakat untuk turut mendukung pembangunan melalui kepatuhan dalam membayar pajak, baik Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) maupun pajak kendaraan bermotor.
“Pembangunan tidak akan pernah selesai. Karena itu dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Salah satu bentuk dukungan masyarakat adalah taat membayar pajak karena hasilnya akan kembali untuk pembangunan,” tegasnya.
Ia menambahkan, Kabupaten OKI merupakan daerah yang mendapat perhatian khusus darinya karena memiliki wilayah yang sangat luas. Bahkan, luas wilayah OKI disebutnya setara dengan negara Timor Leste, yakni sekitar 19 ribu kilometer persegi.
“OKI ini kabupaten yang sangat saya perhatikan. Wilayahnya sangat luas sehingga membutuhkan kerja sama dan soliditas yang luar biasa antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha agar pembangunan bisa terus berjalan,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati OKI, Muchendi Mahzareki, mengungkapkan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan usulan yang telah diperjuangkan sejak dirinya masih menjadi anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan.


