Implementasi Polri Presisi, Polda Sumsel Gandeng Manggala Agni dan Akademisi Bahas Solusi Karhutla
Dalam pemaparannya, para peserta membahas berbagai isu strategis mulai dari penguatan deteksi dini hotspot, optimalisasi patroli terpadu, penegakan hukum lingkungan, hingga peningkatan edukasi masyarakat di kawasan rawan Karhutla seperti Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Musi Banyuasin.
Karo SDM Polda Sumsel Kombes Pol Sudrajad Hariwibowo, menegaskan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa, termasuk dukungan akademik dalam memperkuat kebijakan dan langkah operasional di lapangan.
“Kolaborasi lintas sektoral menjadi kunci utama dalam mencegah Karhutla. Pendekatan akademik sangat penting untuk memperkuat strategi penanganan yang berbasis data, regulasi, dan kondisi sosial masyarakat di wilayah rawan kebakaran,” tegas Kombes Pol Sudrajad Hariwibowo.
Menurutnya, sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, akademisi, dan unsur masyarakat akan mempercepat langkah mitigasi sehingga potensi kebakaran dapat ditekan sejak dini sebelum berkembang menjadi bencana skala besar.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menambahkan bahwa FGD ini merupakan bentuk komitmen Polda Sumsel dalam menghadirkan langkah preventif yang terukur guna melindungi masyarakat dan lingkungan hidup.
“Polda Sumatera Selatan berkomitmen mendukung penuh program pemerintah dalam pengendalian Karhutla melalui kolaborasi teknis, operasional, dan ilmiah. Seluruh rekomendasi dari forum ini akan menjadi dasar penguatan langkah preventif di lapangan demi menjaga Sumatera Selatan tetap aman dari ancaman kabut asap,” ujar Kombes Pol Nandang.
Melalui forum ini, Polda Sumsel memastikan koordinasi lintas instansi akan terus diperkuat secara berkelanjutan guna meningkatkan kesiapsiagaan personel dan efektivitas penanganan Karhutla di seluruh wilayah Sumatera Selatan.


