Jutaan Umat Rasakan Manfaat Kinerja Kemenag, Ini Capaian 2 Tahun Prabowo-Gibran

Zakat dan Wakaf Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Umat
Capaian Kemenag selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran juga mencakup pemberdayaan ekonomi umat melalui pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya.
Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin mengungkapkan, penghimpunan dana tersebut tercatat mencapai Rp44,698 triliun. Data yang disampaikan juga mencatat 149,954 juta penerima manfaat.
Sementara itu, aset wakaf uang mencapai Rp4,7 triliun dengan sekitar 750 ribu penerima manfaat. Pemanfaatannya antara lain dilakukan melalui beasiswa pendidikan dan pengembangan wakaf produktif.
“Bagi kami, yang penting bukan hanya berapa besar dana yang terkumpul, melainkan seberapa besar manfaatnya bagi masyarakat,” kata Kamaruddin.
Program pemberdayaan ekonomi juga dikembangkan melalui 267 Kampung Zakat, 287 titik pemberdayaan ekonomi berbasis Kantor Urusan Agama (KUA), dan 25 Kota Wakaf.
Pada periode 2025–2026, program pemberdayaan ekonomi berbasis KUA tercatat menjangkau 2.141 penerima manfaat.
Kemenag turut memaparkan pengelolaan dana umat melalui sejumlah lembaga keagamaan, meliputi Rp6,16 miliar melalui Yayasan Kasih Persaudaraan Bangsa untuk umat Kristen, Rp3,17 miliar melalui Badan Dharma Dana Nasional untuk umat Hindu, serta Rp11 miliar melalui Dana Paramita untuk umat Buddha.
“Harapannya, masyarakat tidak hanya terbantu hari ini, tetapi juga semakin berdaya untuk masa depan,” lanjut Kamaruddin.
Berbagai program tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan ekonomi berbasis dana sosial keagamaan diarahkan tidak hanya untuk memberikan bantuan, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat agar lebih mandiri.
Indeks Kerukunan Umat Beragama Meningkat
Penguatan kerukunan umat beragama menjadi bagian lain dari capaian Kemenag. Berdasarkan data yang dipaparkan, Indeks Kerukunan Umat Beragama meningkat dari 76,47 pada 2024 menjadi 77,89 pada 2025.
Angka tersebut melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025 yang ditetapkan sebesar 76,77.
Peningkatan indeks tersebut menjadi salah satu indikator yang disampaikan Kemenag dalam menggambarkan perkembangan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i menilai, penguatan kelembagaan keagamaan perlu diikuti peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dengan begitu, berbagai urusan keagamaan dapat ditangani secara lebih terarah dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Bakom Apresiasi Kontribusi Kemenag
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan turut mengapresiasi kontribusi Kemenag dalam memperkuat persatuan nasional, membangun integritas, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Dari Bakom, kami sangat mengapresiasi tiga hal yang saya catat tadi. Pertama, Bapak Menteri Agama dan jajarannya telah berhasil meningkatkan agama sebagai alat persatuan nasional,” ujar Syahganda.
Ia juga menyoroti pentingnya nilai-nilai agama dalam membangun budaya antikorupsi dan mendorong masyarakat menjaga integritas dalam kehidupan sehari-hari.
“Yang kedua, telah berhasil menjadikan agama sebagai alat pembebasan dari budaya korupsi,” ungkapnya.
Selain itu, Syahganda mengapresiasi dukungan Kemenag terhadap pembangunan sumber daya manusia melalui program pendidikan, beasiswa, dan pembelajaran jarak jauh.
Menurutnya, penyampaian capaian dua tahun pemerintahan merupakan bagian dari pertanggungjawaban kepada masyarakat sekaligus wujud keterbukaan informasi publik.
“Penyampaian keberhasilan ini adalah bagian dari pertanggungjawaban pemerintahan dan keterbukaan informasi publik,” tegasnya.
Ia berharap media massa dapat menyampaikan informasi mengenai capaian program pemerintah sekaligus memberikan masukan tentang persoalan yang masih membutuhkan perhatian.
Berbagai capaian tersebut menempatkan pendidikan, kesejahteraan guru, pemenuhan gizi siswa dan santri, pemberdayaan ekonomi umat, serta kerukunan beragama sebagai bidang penting dalam kerja Kementerian Agama selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
Kemenag berharap berbagai program tersebut dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan memperkuat kehadiran negara dalam pelayanan pendidikan, kehidupan keagamaan, serta peningkatan kesejahteraan umat.(YL)




