Kabut Asap Ganggu Ekonomi Rakyat, Cik Ujang Soroti Nasib PKL dan UMKM

PALEMBANG, SRIWIJAYATERKINI.CO – Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Sumatera Selatan tak hanya mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi memangkas pendapatan pedagang kaki lima (PKL) dan pelaku UMKM yang mengandalkan aktivitas jual beli di ruang terbuka.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H. Cik Ujang, saat menghadiri diskusi publik bertajuk “Kabut Asap dan Nasib Ekonomi Rakyat” yang digelar DPW Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Provinsi Sumsel, Kamis (17/9/2026).
Cik Ujang mengapresiasi pelaksanaan diskusi tersebut karena menjadi ruang pertemuan antara pemerintah, pelaku usaha mikro, dan masyarakat untuk membahas persoalan kabut asap dari sisi yang lebih luas, termasuk dampaknya terhadap keberlangsungan ekonomi masyarakat kecil.
Menurutnya, kabut asap tidak semata-mata berkaitan dengan persoalan lingkungan dan kesehatan. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi aktivitas ekonomi, terutama bagi masyarakat yang sehari-hari mencari penghasilan dengan berjualan di luar ruangan.
Ketika kondisi udara memburuk, aktivitas masyarakat di ruang terbuka berpotensi berkurang. Situasi itu pada akhirnya dapat berdampak terhadap jumlah pembeli dan perputaran usaha para PKL maupun pelaku UMKM.
Karena itu, diperlukan strategi yang dapat membantu masyarakat beradaptasi ketika menghadapi kondisi lingkungan yang mengganggu aktivitas ekonomi.











