Karhutla Berulang di OKI Jadi Sorotan, Pemkab Perkuat Respons di Zona Rawan

KAYUAGUNG, SRIWIJAYATERKINI.CO – Karhutla berulang di OKI menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Pemerintah daerah kini memetakan wilayah yang kerap mengalami kebakaran hutan dan lahan untuk memperkuat penanganan di kawasan rawan.
Pemetaan karhutla tersebut dilakukan agar pengerahan personel, patroli, peralatan, sumber air hingga logistik dapat disesuaikan dengan tingkat kerawanan masing-masing wilayah.
Langkah itu dibahas dalam Rapat Koordinasi Terbatas Pemantauan dan Tindak Lanjut Penanganan Karhutla Kabupaten OKI, Senin (21/9/2026).
Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki mengatakan, evaluasi penanganan karhutla di OKI perlu dilakukan menyusul meningkatnya kejadian kebakaran pada Agustus. Sementara itu, jumlah hotspot mulai mengalami penurunan pada September.
Menurut Muchendi, penurunan hotspot tidak cukup hanya dilihat dari jumlah titik panas. Pemerintah perlu mengetahui apakah kebakaran terjadi di lokasi baru atau kembali muncul di wilayah yang sebelumnya sudah pernah terbakar.
“Bukan hanya berapa banyak titik api yang berhasil dipadamkan. Kita harus melihat apakah titik itu baru atau berulang, apa penyebabnya, bagaimana respons kita, apa yang belum berhasil dan apa yang perlu diperbaiki,” kata Muchendi.
Pemerintah Kabupaten OKI akan mengelompokkan wilayah berdasarkan tingkat kerawanan kebakaran. Hasil pemetaan tersebut nantinya menjadi dasar untuk menentukan prioritas patroli dan pengerahan sumber daya ketika terjadi kebakaran.
Koordinasi penanganan karhutla melibatkan BPBD OKI, TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah kecamatan, perusahaan serta relawan.
Dengan pembagian berdasarkan zona, respons terhadap karhutla berulang di OKI diharapkan menjadi lebih terarah, terutama ketika sejumlah titik kebakaran muncul dalam waktu bersamaan.
Kepala BPBD OKI Pratama Suryadi mengatakan, berdasarkan data pemerintah provinsi, tercatat 175 hotspot pada 21 September 2026. Jumlah tersebut menurun dibandingkan sehari sebelumnya.
Hotspot terbanyak tercatat di Kecamatan Sungai Menang sebanyak 42 titik. Kemudian Tulung Selapan 41 titik, Cengal 29 titik, Mesuji 17 titik dan Kayuagung 14 titik.
“Memang ada keterbatasan alat dan personel. Ketika beberapa titik muncul bersamaan, kami harus menentukan prioritas penanganan,” ujar Pratama.












