Kemenag Sumsel Tegaskan Pancasila Sebagai Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia
“Pancasila adalah ‘jangkar moral’ kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik,” ujar Taufiq saat membacakan pidato tertulis Kepala BPIP.
Lebih lanjut, dalam sambutan tersebut dipaparkan peran aktif Indonesia di panggung internasional. Sesuai amanat Pembukaan UUD 1945, Indonesia berkomitmen ikut melaksanakan ketertiban dunia.
Kontribusi nyata ini diwujudkan melalui pengiriman pasukan perdamaian di bawah bendera PBB, mediasi konflik regional, serta konsistensi menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah sebagai penjelmaan sila kedua Pancasila.
Menolak Pancasila Sekadar Menjadi “Hiasan Dinding”
Melalui pidato Kepala BPIP, Plh. Kakanwil Kemenag Sumsel juga mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, untuk membumikan nilai-nilai Pancasila. Diingatkan bahwa kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral bisa menyesatkan.
“Saya mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology). Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah,” tegasnya mengutip amanat tertulis BPIP.
Sambutan ditutup dengan ajakan bersama untuk meneguhkan komitmen kebangsaan dan membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas, persatuan, dan kemanusiaan.
Seluruh rangkaian kegiatan di MAN 3 Palembang ini berjalan dengan tertib, lancar, dan dipenuhi semangat nasionalisme.(YL)


