Ketika Santri Zidny Ilma Belajar Menerjemahkan Alquran Kata demi Kata
“Kami memberikan dukungan dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pesantren Zidny Ilma yang telah berupaya membangun generasi berkarakter sekaligus bertauhid,” ujarnya dalam sambutan.
Ia berharap pengurus pesantren tetap istiqamah menjalankan tugas mendidik umat dan terus mengembangkan kualitas pendidikan Islam di Banyuasin.
Turut hadir Camat Talang Kelapa Salinan, S.Sos., M.M., Kepala KUA Talang Kelapa H. Fauzan, S.Sos., M.Si., serta KH Ahmad Fauzan Yayan, perintis dan penggagas Rumah Tahfidz di Sumatera Selatan. Hadir pula para kepala desa, tokoh masyarakat, wali santri, dan ratusan santri yang memenuhi arena kegiatan.
Di penghujung acara, tepuk tangan panjang mengiringi penampilan para santri.
Sebagian orang tua tampak menitikkan air mata haru. Bukan hanya bangga melihat anak-anak mereka menghafal Alquran, tetapi juga menyaksikan bagaimana ayat-ayat suci itu mulai dipahami dengan kesadaran ilmu.
Di pesantren itu, Alquran tidak sekadar dihafal. Ia dipelajari, dimaknai, lalu perlahan dihidupkan dalam keseharian. (imron.s)


