Ketika Santri Zidny Ilma Belajar Menerjemahkan Alquran Kata demi Kata
Bagi Ahirman, santri masa depan tidak cukup hanya menjadi penghafal, tetapi juga harus memiliki kemampuan memahami pesan-pesan Alquran secara mendalam.
“Ke depan kami ingin menghadirkan pembelajaran Alquran yang kreatif dan inovatif. Santri bukan hanya fasih membaca, tetapi juga mampu memahami kandungan ayat,” katanya.
Pendekatan itu terasa menarik karena memadukan tradisi pesantren klasik dengan kebutuhan pendidikan modern.
Ilmu sharaf dan nahwu yang selama ini dianggap berat justru diajarkan secara aplikatif melalui praktik langsung terhadap ayat Alquran.
Hasilnya terlihat pada penampilan para santri sore itu. Mereka membaca, menerjemahkan, lalu mengurai struktur bahasa Arab dengan percaya diri di hadapan publik.
Haflah Akhirussanah tersebut turut dihadiri berbagai unsur pemerintah dan tokoh masyarakat. Bupati Banyuasin yang diwakili Staf Ahli Bidang Infrastruktur, Ekonomi, dan SDM, Dr H Salni Fajar, menyampaikan apresiasi terhadap upaya pesantren dalam membangun generasi muda yang berkarakter dan bertauhid.
“Kami memberikan dukungan dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pesantren Zidny Ilma yang telah berupaya membangun generasi berkarakter sekaligus bertauhid,” ujarnya dalam sambutan.
Ia berharap pengurus pesantren tetap istiqamah menjalankan tugas mendidik umat dan terus mengembangkan kualitas pendidikan Islam di Banyuasin.
Turut hadir Camat Talang Kelapa Salinan, S.Sos., M.M., Kepala KUA Talang Kelapa H. Fauzan, S.Sos., M.Si., serta KH Ahmad Fauzan Yayan, perintis dan penggagas Rumah Tahfidz di Sumatera Selatan. Hadir pula para kepala desa, tokoh masyarakat, wali santri, dan ratusan santri yang memenuhi arena kegiatan.
Di penghujung acara, tepuk tangan panjang mengiringi penampilan para santri.
Sebagian orang tua tampak menitikkan air mata haru. Bukan hanya bangga melihat anak-anak mereka menghafal Alquran, tetapi juga menyaksikan bagaimana ayat-ayat suci itu mulai dipahami dengan kesadaran ilmu.
Di pesantren itu, Alquran tidak sekadar dihafal. Ia dipelajari, dimaknai, lalu perlahan dihidupkan dalam keseharian. (imron.s)


