Lantik 23 Pejabat Pemkot Palembang, Ratu Dewa Beri Peringatan Keras: Jangan Tunggu Viral Baru Bergerak

Dinas tersebut diminta tidak hanya berorientasi pada pendataan jumlah penduduk, tetapi turut berperan dalam meningkatkan kualitas keluarga dan generasi mendatang.
Program edukasi kesehatan reproduksi, pencegahan stunting, pendampingan pasangan usia subur, serta penguatan posyandu harus menjadi perhatian serius.
Sementara itu, Dinas Kebudayaan diminta mengembangkan kebudayaan Palembang agar tidak berhenti pada kegiatan seremonial atau peringatan hari besar.
Menurutnya, kebudayaan harus hadir di lingkungan sekolah, ruang publik, serta menjadi ruang pemberdayaan seniman dan penggerak ekonomi masyarakat melalui wisata budaya. Perlindungan terhadap cagar budaya juga harus diperkuat.
Tak kalah penting, para camat sebagai ujung tombak pemerintahan diminta lebih aktif menyerap aspirasi dan merespons persoalan warga di wilayah masing-masing.
“Jangan nunggu viral baru bergerak, tapi bergeraklah sebelum viral. Jangan dikenal hanya banyak berfoto, tetapi apa yang dirasakan masyarakat,” tandasnya.
Selain persoalan pelayanan, Ratu Dewa turut menyoroti pola komunikasi dan pengelolaan media sosial di lingkungan Pemkot Palembang.
Ia mengingatkan agar akun resmi OPD tidak sekadar dipenuhi dokumentasi kegiatan yang bersifat seremonial tanpa memberikan informasi maupun edukasi kepada masyarakat.
“Jangan jadikan akun resmi OPD sebagai tempat unggah foto beramai-ramai, foto serah terima, foto makan bersama, atau selfie tanpa narasi manfaat bagi warga,” sindirnya.
Ia meminta publikasi pemerintah lebih diarahkan pada penyampaian informasi program, hasil pekerjaan, layanan masyarakat, serta manfaat kebijakan yang dapat dirasakan warga.
Untuk menghindari kesalahan informasi dan polemik di ruang publik, seluruh OPD juga diwajibkan memperkuat koordinasi dengan bagian Humas, Inspektorat, serta instansi terkait sebelum menyampaikan informasi sensitif.
Setiap materi publikasi harus melalui proses pemeriksaan dan verifikasi data agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat benar, jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui pelantikan 23 pejabat tersebut, Ratu Dewa berharap penyegaran birokrasi di lingkungan Pemkot Palembang tidak sebatas pergantian posisi, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan disiplin, pengawasan, dan kualitas pelayanan publik.
Pesannya jelas, masyarakat membutuhkan bukti kerja nyata, bukan sekadar janji maupun dokumentasi kegiatan pemerintahan.(YL)








