Lepas Ekspor Produk Kelapa, OJK Dorong Pengembangan Ekonomi Daerah di Sumsel
Kepala OJK Provinsi Sumsel Arifin Susanto mengatakan, pada tahap awal komoditas kelapa dan produk turunannya dimaksud akan diekspor ke Cina, Taiwan, dan Perancis, meliputi coconut shell charcoal sebanyak 46 ton dan coconut chips sebanyak 25 ton.
Selain itu, dilakukan pula ekspor lada hitam sebanyak 500 kilogram dan produk olahan kerupuk sebanyak 21 ton, dengan nilai mencapai Rp1,6 miliar. Capaian mencerminkan peningkatan daya saing keunggulan daerah melalui pendekatan pembinaan berkelanjutan, hilirisasi dan integrasi akses sektor jasa keuangan.
Melalui kerja sama yang terintegrasi dalam pengembangan potensi unggulan daerah, penguatan sektor riil terus dilakukan secara konsisten yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi, kualitas hasil, serta memperluas akses pasar dari produk yang dihasilkan.
Upaya ini juga membuka peluang yang lebih besar dalam memanfaatkan berbagai layanan dan produk dari sektor jasa keuangan.
Sektor jasa keuangan berperan aktif dengan menyediakan berbagai skema pembiayaan yang mendukung seluruh proses usaha, mulai dari tahap produksi, pengolahan, hingga pemasaran ke pasar internasional, seperti pembiayaan perdagangan (trade finance) dan Letter of Credit (L/C).
Selain itu, tersedia juga perlindungan terhadap risiko usaha melalui layanan asuransi.
Sementara itu, Herman Deru pun menyambut baik program Pengembangan Ekonomi Daerah yang dilakukan OJK di Sumatera Selatan.
Dukungan dari OJK, kementerian/lembaga, pelaku usaha jasa keuangan mampu mewujudkan Sultan Muda yang produktif, kreatif dan berdaya saing.


