Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Sumsel Peringatan Hari Jadi ke-80 Sumsel, Gubernur: Keberhasilan Sumsel adalah Keberhasilan Bersama
Menurut Herman Deru, Sumatera Selatan lahir dari warisan sejarah besar yang menjadi fondasi penting pembangunan hingga saat ini. Ia mengingatkan kembali kejayaan Kerajaan Sriwijaya yang pernah menjadi pusat peradaban dan perdagangan dunia, hingga semangat perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan.
“Sejarah panjang itu bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan sumber nilai dan filosofi hidup dalam membangun masa depan Sumatera Selatan yang maju, tangguh, dan berkelanjutan,” katanya.
Ia juga menyinggung keberadaan Kitab Simbur Cahaya, warisan hukum adat masyarakat Sumsel sejak abad ke-17 yang menunjukkan bahwa masyarakat Sumatera Selatan telah memiliki pemikiran maju dalam mengatur kehidupan bersama. Nilai-nilai luhur tersebut, menurutnya, masih sangat relevan diterapkan dalam kehidupan modern saat ini.
Bagi Herman Deru, kejayaan Sriwijaya bukan hanya kebanggaan sejarah, tetapi juga simbol besarnya potensi yang dimiliki Sumsel. Warisan peradaban itu harus menjadi inspirasi untuk memperkuat rasa percaya diri masyarakat dalam membangun daerah yang adil, makmur, dan sejahtera.
“Kekuatan peradaban masa lalu, pengorbanan para pejuang, serta warisan leluhur adalah energi besar yang mendorong kita untuk melangkah lebih jauh. Tidak hanya unggul dalam pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga kuat menjaga lingkungan, supremasi hukum, serta tata kelola pemerintahan yang baik,” tegasnya.
Dalam pidatonya, Herman Deru juga mengapresiasi sinergi antara pemerintah provinsi, DPRD, pemerintah kabupaten/kota, dan seluruh masyarakat yang berhasil menjaga Sumatera Selatan tetap dalam kondisi kondusif. Bahkan, Sumsel disebutnya sebagai provinsi dengan level zero conflict.


