Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Sumsel Peringatan Hari Jadi ke-80 Sumsel, Gubernur: Keberhasilan Sumsel adalah Keberhasilan Bersama
Selain sektor ekonomi, Herman Deru juga menegaskan komitmennya dalam menjaga Sumsel sebagai daerah religius, toleran, dan berbudaya. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat harmonisasi sosial, nilai keagamaan, serta pelestarian budaya lokal. “Di Sumsel, masyarakat sangat mudah menerima perbedaan tanpa cacian dan keributan. Ini harus terus kita jaga,” katanya.
Di bidang pariwisata, Herman Deru menyoroti keberhasilan program Sumsel Wonderful yang terus mendorong lahirnya destinasi wisata unggulan seperti Ranau Gran Fondo dan Sriwijaya Dempo Run.
Event-event tersebut dinilai berhasil menciptakan episentrum ekonomi baru sekaligus memperkenalkan Sumsel di tingkat nasional hingga internasional.
Tak kalah penting, ia juga menekankan penguatan reformasi birokrasi melalui program Sumsel Berintegritas dan Melayani. Fokus utamanya adalah meningkatkan kualitas pelayanan publik, tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan profesional.
Sementara dalam bidang sosial, Pemerintah Provinsi Sumsel terus memperkuat program perlindungan perempuan dan anak, termasuk peningkatan kesehatan ibu dan anak sebagai bagian dari upaya menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan berkeadilan.
Di akhir pidatonya, Herman Deru mengajak seluruh masyarakat menjadikan Hari Jadi ke-80 Sumatera Selatan sebagai momentum memperkuat optimisme dan semangat gotong royong demi masa depan daerah yang lebih maju.
“Yang akan menjadi legasi kita adalah apa yang bermanfaat bagi anak cucu kita di masa depan. Maka mari kita bekerja bersama, bergerak bersama, dan menjaga Sumatera Selatan tetap maju, aman, dan sejahtera,” pungkasnya.
Terpisah, pimpinan rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Sumatera Selatan dalam rangka Hari Jadi ke-80 Provinsi Sumsel, ketua DPRD Provinsi Sumsel Andie Dinialdie, menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya sinergi, gotong royong, serta kolaborasi seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat dalam mewujudkan Sumatera Selatan yang maju, mandiri, dan sejahtera.
Dalam pidatonya di hadapan gubernur, wakil gubernur, unsur Forkopimda, anggota DPRD, kepala daerah kabupaten/kota, tokoh masyarakat, akademisi hingga insan pers, Andie Dinialdie menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak mungkin dicapai jika berjalan sendiri-sendiri.
Menurutnya, seluruh jajaran aparatur pemerintahan dan pemangku amanah harus mampu bersinergi secara optimal dalam semangat kebersamaan dan gotong royong.
“Apabila seluruh jajaran aparatur pemerintahan dan pemangku amanah dapat bersinergi optimal dalam konteks kebersamaan dan gotong royong, Insya Allah obsesi mewujudkan Sumatera Selatan maju, mandiri, dan sejahtera akan dapat diwujudkan pada semua bidang dan sektor pembangunan,” tegasnya disambut tepuk tangan para hadirin.
Pernyataan tersebut menjadi refleksi penting di usia ke-80 Provinsi Sumatera Selatan. Bukan sekadar seremoni tahunan, namun momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun daerah yang memiliki sejarah panjang dan peran strategis di Indonesia.
Andie mengingatkan bahwa perjalanan panjang Sumsel tidak lepas dari perjuangan para pendahulu yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, bahkan jiwa demi kemajuan daerah.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali mengenang sejarah perjuangan bangsa dan daerah sebagai sumber motivasi dalam melaksanakan pembangunan di berbagai bidang kehidupan. Menurutnya, semangat bahu-membahu harus terus hidup, baik di lingkungan legislatif, eksekutif maupun masyarakat luas.
Dalam kesempatan tersebut, Andie Dinialdie juga melihat berbagai capaian dan prestasi yang berhasil diraih Sumatera Selatan dalam beberapa tahun terakhir. Prestasi itu dinilai menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi pemerintah daerah bersama DPRD dan seluruh pemangku kepentingan telah berjalan efektif.
Beberapa penghargaan bergengsi yang berhasil diraih Sumsel antara lain Innovative Government Award Tahun 2025 sebagai provinsi terinovatif tingkat nasional dari Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kemendagri.
Selain itu, Sumsel juga menerima penghargaan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Republik Indonesia atas dedikasi dan kontribusi dalam mendukung pencapaian swasembada pangan nasional tahun 2025.
Tak hanya itu, Sumatera Selatan juga berhasil mencatat prestasi sebagai peringkat ketiga peningkatan produksi beras nasional tahun 2025.
Sementara pada tahun 2026, Sumsel kembali menorehkan prestasi melalui penghargaan UEC World kategori pertumbuhan ekonomi dan National Government Award yang semakin memperkuat posisi daerah ini sebagai salah satu provinsi berkembang di Indonesia.
Atas berbagai capaian tersebut, Andie menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Gubernur Sumsel dan Wakil Gubernur Sumsel beserta seluruh jajaran pemerintah daerah. Namun ia menegaskan, keberhasilan itu bukan hanya milik pemerintah provinsi semata, melainkan hasil kerja kolektif seluruh elemen masyarakat Sumsel.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Sumsel, para bupati dan wali kota se-Sumatera Selatan, hingga para mantan kepala daerah dan mantan pimpinan DPRD yang telah memberikan kontribusi nyata melalui karya dan pengabdian mereka.
“Semua pihak memiliki peran penting dalam perjalanan pembangunan Sumatera Selatan. Mulai dari tokoh masyarakat, politisi, cendekiawan, akademisi, dunia usaha, insan pers, tokoh perempuan, tokoh pemuda hingga kalangan LSM. Mereka telah banyak memberikan sumbangsih yang sangat berarti bagi kemajuan Sumatera Selatan,” katanya.
Menurut Andie, pengabdian para tokoh terdahulu harus menjadi renungan sekaligus inspirasi bagi generasi saat ini untuk terus bekerja lebih baik demi kejayaan Sumsel di masa mendatang. Ia menilai, semangat pengabdian dan cinta daerah menjadi modal besar untuk menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
Dalam pidatonya, Ketua DPRD Sumsel itu juga menegaskan pentingnya hubungan harmonis antara DPRD dan kepala daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. Menurutnya, keberhasilan pembangunan sangat dipengaruhi oleh kekompakan antara legislatif dan eksekutif dalam menjalankan amanah rakyat.
“DPRD dan kepala daerah berkedudukan sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah yang diberi mandat oleh rakyat untuk melaksanakan urusan pemerintahan yang diserahkan kepada daerah. Sebagai mitra sejajar, hubungan harmonis antara kepala daerah dan DPRD merupakan indikator keberhasilan pembangunan Sumatera Selatan,” ujarnya.(*)


