Perkuat Keterbukaan Informasi, Komisi Informasi Sumsel dan Kanwil Kemenag Gelar FGD Bersama KI Pusat
Lebih lanjut, Handoko memaparkan sejumlah tantangan nyata pelayanan informasi saat ini, mulai dari sistem informasi antar-instansi yang belum terintegrasi, kesenjangan literasi digital masyarakat, hingga maraknya risiko hoaks atau disinformasi di media sosial yang dapat menurunkan kepercayaan publik.
Sebagai solusinya, ia mendorong penguatan lini PPID melalui enam langkah penting, yaitu Penguatan Komitmen Keterbukaan, Penguatan Kelembagaan PPID, Digitalisasi Layanan Informasi, Penyediaan Informasi Publik, Peningkatan Kompetensi, serta Monitoring dan Evaluasi.
Dihadiri Komisioner KI Sumsel dan Jajaran Kemenag se-Sumsel
Pelaksanaan FGD ini mendapat atensi besar dengan dihadiri langsung oleh pimpinan puncak Komisi Informasi Provinsi Sumsel. Tampak hadir di Aula Kanwil Kemenag, Ketua KI Sumsel Joemarthine Chandra didampingi jajaran komisioner lainnya, yaitu Hadi Prayogo, Yoppy Van Houten, dan Muhammad Fathony.
Sementara itu, dari jajaran internal Kementerian Agama, hadir secara langsung Plh. Kakanwil Kemenag Sumsel Taufiq, para Kepala Bidang (Kabid), Pembimbing Masyarakat (Pembimas), Ketua Tim Kerja, serta Kasubbag Tata Usaha Kantor Kemenag Kabupaten/Kota se-Sumsel.
Turut hadir tatap muka Kepala MAN dan MTsN se-Kota Palembang. Untuk menjangkau seluruh satuan kerja di Sumatera Selatan, kegiatan ini juga diikuti secara daring (online) oleh Kepala Madrasah Negeri dan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Sumsel.
Apresiasi Tuan Rumah dan Komitmen Badan Publik Informatif
Kabag Tata Usaha Kanwil Kemenag Sumsel, H Taufiq, yang dalam kesempatan tersebut bertindak selaku Plh. Kakanwil Kemenag Sumsel, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Komisi Informasi Sumsel atas ditunjuknya Kanwil Kemenag Sumsel sebagai tuan rumah penyelenggaraan acara penting ini.


