PLN Teken Kontrak Listrik 18,7 MVA dengan PT SPF, Perkuat Akselerasi Industri di Ogan Ilir
Ia menambahkan, PLN mendorong pelaku industri dan dunia usaha untuk mengoptimalkan potensi kelistrikan tersebut, termasuk bagi sektor yang selama ini masih mengandalkan pembangkit sendiri (captive power).
“Kami mengajak pelaku industri untuk memanfaatkan pasokan listrik PLN yang semakin andal dan efisien, sehingga dapat mendukung peningkatan produktivitas sekaligus menekan biaya operasional secara lebih optimal,” tambahnya.
Diksi juga menegaskan bahwa penyediaan daya 18,7 MVA bagi PT SPF merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendorong akselerasi industri di Sumatera Selatan.
“Investasi seperti yang dilakukan PT SPF akan menciptakan nilai tambah ekonomi, membuka lapangan kerja, dan memperkuat struktur industri berbasis hilirisasi,” lanjutnya.
Sebagai bagian dari implementasi PJBTL, PLN akan membangun jaringan listrik sepanjang ±6 kilometer dari Gardu Induk Simpang Tiga menuju lokasi pabrik.
Infrastruktur ini dirancang untuk memastikan kelancaran operasional industri, dengan target penyelesaian pada Desember 2026.
Direktur Corporate Planning & Logistic PT SPF, Steven Widjaja, menyampaikan apresiasi atas dukungan PLN dalam memastikan kesiapan energi bagi investasi perusahaan.
“Ketersediaan listrik yang andal menjadi faktor kunci dalam operasional kami. Kerja sama ini memberikan kepastian bagi PT SPF untuk menjalankan proses produksi secara efisien dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi kami terhadap industri pengolahan kayu nasional,” ungkap Steven.
PT Sumatera Prima Fibreboard merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di industri pengolahan kayu dengan fokus pada produksi medium density fibreboard (MDF), material yang banyak digunakan dalam industri furnitur dan konstruksi interior.


