PN Palembang Eksekusi Rumah di Taman Kenten, 350 Personel Dikerahkan untuk Pengamanan

Kuasa hukum ADJIS yang hadir dalam proses eksekusi di antaranya Redho Junaidi, SH, MH, Al Kosim, SH, dan Masklara Belo Putro, SH.
PN Palembang Pertimbangkan Aspek Kehati-hatian
Panitera PN Palembang Dr. Sumargi, SH, MH, sebelumnya menjelaskan bahwa perkara tersebut berkaitan dengan akta atau grosse akta lelang. ADJIS disebut sebagai pihak yang secara resmi memenangkan lelang objek tersebut.
“Pemohon eksekusi adalah pemenang lelang secara resmi dan dilindungi oleh undang-undang. Demikian juga terhadap akta atau grosse akta lelang tersebut, juga sudah berpindah nama kepada pemohon eksekusi,” kata Sumargi.
Ia menjelaskan, perjalanan menuju pelaksanaan eksekusi tidak berlangsung singkat. Sebelumnya, terdapat perlawanan dari pihak terkait yang jumlahnya lebih dari satu.
Menurut Sumargi, seluruh perlawanan tersebut telah diputus oleh pengadilan.
“Memang ada perlawanan dari pihak terkait. Itu kalau tidak salah ada lebih dari satu perlawanan, dan perlawanan itu juga sudah diputus,” ujarnya.
Meski demikian, Sumargi menyebut adanya perlawanan tidak secara otomatis menghentikan eksekusi secara hukum. PN Palembang tetap mengambil langkah hati-hati sebelum menjalankan proses tersebut.
“Walaupun menurut hukum perlawanan itu tidak menghalangi, namun pengadilan tetap mempertimbangkan untuk tidak tergesa-gesa melaksanakan eksekusi, dengan mempertimbangkan unsur kehati-hatiannya,” jelasnya.
Sumargi juga mengungkapkan, permohonan eksekusi atas objek tersebut telah masuk sejak 2025, sebelum dirinya menjabat sebagai Panitera PN Palembang.
“Perlu rekan-rekan media ketahui bahwa permohonan eksekusi ini sudah diajukan tahun 2025, sebelum saya masuk di sini,” ungkapnya.
Namun, proses eksekusi juga tidak dapat ditunda tanpa batas waktu. Pengadilan, kata Sumargi, memiliki kewajiban memberikan perlindungan hukum terhadap pihak yang telah dinyatakan sebagai pemenang lelang.
“Namun demikian, terlalu lama juga tidak baik. Kita juga harus melindungi hukum bagi pemenang lelang,” pungkasnya.
Pelaksanaan eksekusi kemudian berlangsung dengan pengamanan ketat aparat gabungan hingga situasi di sekitar objek tetap terkendali.(DHO)












