Polri Sita 74 Kg Emas dan Uang Ratusan Miliar, Ungkap Dugaan Korupsi PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel
71 item barang bukti
Uang dalam 16 jenis mata uang asing
Seluruh mata uang asing tersebut setelah dikonversi memiliki nilai sekitar Rp7,2 miliar.
Rumah Mewah Sentul Simpan Emas 74 Kilogram
Temuan terbesar diperoleh dari penggeledahan sebuah rumah mewah di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor.
Dari lokasi tersebut, penyidik menyita:
74 kilogram emas batangan
USD 4.767.300
SGD 14.083.800
Uang tunai Rp100 juta
Dokumen
Telepon seluler
Sejumlah foto keluarga yang diduga berkaitan dengan pemilik rumah dan brankas
Total nilai uang tunai yang dikonversi ke rupiah dari lokasi tersebut mencapai sekitar Rp476 miliar, belum termasuk nilai emas batangan seberat 74 kilogram yang turut diamankan sebagai barang bukti.
Pengusutan Korupsi Jadi Atensi Presiden
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menegaskan pengungkapan perkara dugaan korupsi tersebut merupakan bagian dari perhatian serius pemerintah dalam pemberantasan korupsi.
“Ini merupakan atensi Bapak Presiden untuk dugaan-dugaan kasus korupsi menjadi perhatian kepolisian untuk melaksanakan pengungkapan dan proses penyidikan. Rangkaian penggeledahan ini bagian dari proses penyidikan di dalam mencari, mengumpulkan barang bukti untuk pemenuhan dalam proses penyidikan,” ujar Kombes Budi Hermanto usai penggeledahan di Cafe de’Clan, Cipete, Rabu (8/7/2026).
Menurutnya, rangkaian penggeledahan dilakukan secara bersamaan di sejumlah lokasi untuk memperkuat pembuktian dalam proses penyidikan.
Dugaan Suap, Gratifikasi, hingga Pencucian Uang
Budi Hermanto menjelaskan perkara yang ditangani Kortas Tipikor bersama Polda Metro Jaya tidak hanya berkaitan dengan dugaan korupsi pengadaan batu bara di PLN yang disebut memicu pemadaman listrik (blackout) di Sumatera, tetapi juga perkara ASABRI dan penyelesaian utang Krakatau Steel.
“Dari Kortas Tipikor bersama Polda Metro Jaya dalam melakukan penyidikan dugaan kasus korupsi meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang. Ada beberapa lokasi saat ini secara serempak dilaksanakan rangkaian penggeledahan, termasuk di lokasi sekarang di Cafe de’Clan dan Coin Money Changer. Ini kaitan tentang dugaan korupsi blackout batu bara PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel,” katanya.
Hingga kini, penyidik masih melakukan pendalaman terhadap seluruh barang bukti yang telah disita untuk mengungkap aliran dana serta pihak-pihak yang diduga terlibat dalam tiga perkara korupsi tersebut.(*)


