Ratu Dewa Buka Seleksi Atlet Bulu Tangkis Palembang, Hanya 8 Pemain Terbaik Lolos ke Kejurprov 2026

PALEMBANG, SRIWIJAYATERKINI.CO – Persaingan memperebutkan tempat di tim bulu tangkis Kota Palembang mulai berlangsung. Sebanyak 33 atlet dari berbagai klub mengikuti seleksi yang digelar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Palembang di GOR Cempako, 26 Ilir, Kamis (5/11/2026).
Seleksi tersebut menjadi tahapan penting bagi Palembang untuk menyiapkan atlet terbaik yang akan berlaga pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) PBSI Sumatera Selatan 2026.
Kegiatan ini dibuka langsung Wali Kota Palembang, Ratu Dewa. Ia menegaskan, penjaringan atlet potensial harus menjadi bagian dari pembinaan olahraga yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
Menurut Ratu Dewa, Palembang memiliki banyak bibit atlet yang perlu mendapatkan kesempatan untuk berkembang. Namun, potensi tersebut harus diimbangi dengan latihan serius, kedisiplinan, serta kesiapan mental menghadapi persaingan.
“Melalui kegiatan ini, kita berharap dapat menjaring atlet-atlet terbaik yang nantinya mampu mengharumkan nama Kota Palembang. Pembinaan harus terus dilakukan agar potensi yang dimiliki para atlet dapat berkembang dan menghasilkan prestasi membanggakan,” ujar Ratu Dewa.
Ia juga mengingatkan para peserta agar tidak cepat puas dengan kemampuan yang dimiliki. Sebab, prestasi di dunia olahraga tidak hanya ditentukan oleh bakat, tetapi juga kerja keras dan konsistensi.
“Jangan hanya mengandalkan bakat. Seorang atlet harus memiliki disiplin, semangat berlatih, mental bertanding yang kuat, dan pantang menyerah. Semua itu menjadi modal penting untuk meraih prestasi,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Harian PBSI Kota Palembang, Zulkipli, SE, mengungkapkan bahwa dari 33 atlet yang mengikuti seleksi, nantinya hanya delapan pemain yang akan mendapatkan tempat dalam skuad Palembang.
Delapan atlet tersebut akan dibagi menjadi dua regu, masing-masing terdiri dari empat pemain putra dan empat pemain putri.
Menurut Zulkipli, proses seleksi dijadwalkan berlangsung selama tiga hari. Penilaian tidak hanya melihat kemampuan teknik permainan, tetapi juga kesiapan bertanding, kedisiplinan, serta rekam prestasi masing-masing atlet.





