KPK Sebut Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah di Sentul Diduga Gunakan Nominee, Tak Tercantum di LHKPN
“Kemudian ada beberapa kegiatan bangunan yang bisa dicek semua kami yakin dapat dipertanggungjawabkan dengan benar. Tetapi tentunya tidak melalui forum seperti ini, melalui forum acara yang sesuai prosedur hukum.”
Selain itu, Febrie membantah memiliki keterkaitan dengan bisnis Cafe de’Clan Signature di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.
“Dan sekali lagi dapat saya jelaskan bahwa Jampidsus tidak ada keterkaitan dalam bisnis yang apa yang telah diberitakan di medsos seperti di Cipete ya,” imbuhnya.
Polisi Sita 74 Kilogram Emas dan Uang Rp282,4 Miliar
Dalam penggeledahan rumah di Sentul, penyidik menemukan barang bukti berupa 74 kilogram emas batangan serta uang tunai dalam mata uang rupiah, dolar Amerika Serikat, dan dolar Singapura.
Nilai keseluruhan uang yang diamankan diperkirakan mencapai Rp282,4 miliar.
Barang bukti tersebut diamankan dalam rangka penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dan pencucian uang.
Penggeledahan Berkaitan dengan Tiga Perkara Korupsi
Kepala Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri, Irjen Totok Suharyanto, menjelaskan pengusutan dilakukan melalui joint investigation bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.
Tiga perkara yang sedang ditangani meliputi:
Dugaan korupsi pengadaan batu bara di PLN yang diduga memicu blackout di Sumatera.
Dugaan korupsi PT ASABRI periode 2020–2025.
Dugaan korupsi penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI, anak perusahaan Krakatau Steel.
“Saat ini, Kortas Polri sedang melaksanakan dengan skema joint investigation dengan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dalam penanganan perkara korupsi dan pencucian uang pada proses penanganan hukum terhadap perkara PLN BB, kemudian ASABRI tahun 2020 sampai 2025, dan perkara dugaan korupsi dalam proses penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI tahun 2020-2025,” ujar Totok.
Sementara itu, Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Victor Dean Mackbon mengatakan penyidikan masih berlangsung dan belum mengumumkan pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Pengusutan Jadi Atensi Presiden
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyatakan pengungkapan dugaan korupsi di PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel menjadi perhatian langsung Presiden Prabowo Subianto.
“Ini merupakan atensi Bapak Presiden untuk dugaan-dugaan kasus korupsi menjadi perhatian kepolisian untuk melaksanakan pengungkapan dan proses penyidikan. Rangkaian penggeledahan ini bagian dari proses penyidikan di dalam mencari, mengumpulkan barang bukti untuk pemenuhan dalam proses penyidikan,” kata Budi Hermanto.
Ia menegaskan penyidikan mencakup dugaan tindak pidana suap, gratifikasi, serta tindak pidana pencucian uang yang berkaitan dengan ketiga perkara tersebut.
Hingga kini penyidik masih mendalami seluruh barang bukti hasil penggeledahan, sementara proses penyidikan terhadap dugaan korupsi dan TPPU terus berlanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.(*)


