Sabu 1 Kilogram dari Palembang Gagal Beredar di Tangan Kurir Empat Lawang
Modus ini membuktikan jaringan narkoba terus beradaptasi dengan perkembangan logistik modern. Namun adaptasi aparat ternyata lebih cepat.
Kolaborasi intelijen Deninteldam II/Swj, gerak cepat Kodim 0405 Lahat, ketegasan Sat Narkoba Polres Empat Lawang, dan dukungan teknis BNN Lahat membuat skenario pelaku gagal total.
Tim Satgas Anti Narkoba Deninteldam II/Swj yang terlibat langsung di lapangan terdiri dari Kapten Ckm Dian Husni, Lettu Inf Deky, Lettu Inf M Dwi Apriansyah, dan Sertu Randy Prayogi.
Bersama personel lain, mereka menunjukkan bahwa sinergitas lintas instansi adalah kunci utama memutus mata rantai narkoba.
Dandeninteldam II/Swj Letkol Kav Wahyudha Saputra, menegaskan, hasil operasi ini adalah bukti nyata sinergitas TNI-POLRI-BNN bukan hanya di atas kertas.
“Satu gram pun narkoba tidak akan kami beri ruang di wilayah Sumsel. Setiap laporan dari masyarakat akan kami tindak cepat, terukur, dan tanpa kompromi. Ini komitmen kami untuk melindungi generasi muda dari bahaya laten narkotika,” tegasnya.
Saat ini, barang bukti 1 Kg sabu dan safety box hitam telah diamankan. Kasus dilanjutkan Sat Res Narkoba Polres Empat Lawang, kemudian akan diserahkan ke Polda Sumsel untuk pengembangan jaringan dan mengungkap siapa “Teknoline Tanpa Nama” yang sebenarnya.
Kodam II/Sriwijaya mengajak seluruh warga dan pelaku usaha jasa ekspedisi untuk menjadi “mata dan telinga” negara.
Waspadai paket tanpa identitas pengirim, alamat tidak jelas, atau penerima yang tampak gugup. Segera laporkan ke Koramil, Polsek, atau BNN terdekat.
Langkah kecil seperti laporan kurir J&T Pendopo malam itu, ternyata mampu menyelamatkan ribuan generasi muda Sumsel dari jerat sabu.


