Mengenal Sejarah Pempek Palembang, Kuliner Legendaris yang Tetap Eksis hingga Kini
Konon, seorang pedagang tua yang menjual makanan berbahan ikan sering dipanggil “Apek” atau “Empek” oleh para pembeli. Seiring waktu, makanan yang dijualnya lebih dikenal sebagai “empek-empek” hingga akhirnya berubah menjadi “pempek”.
Meski demikian, terdapat pula pendapat dari para sejarawan bahwa makanan tersebut sebelumnya dikenal dengan nama kelesan, sebelum istilah pempek menjadi lebih populer di masyarakat.
Cuko, Rahasia Kelezatan Pempek
Tidak lengkap membahas Sejarah Pempek Palembang tanpa mengenal kuah cuko.
Cuko merupakan saus khas yang dibuat dari gula aren, bawang putih, cabai, asam, garam, dan udang kering. Perpaduan rasa manis, asam, pedas, serta gurih inilah yang membuat pempek memiliki cita rasa unik dan sulit ditemukan pada kuliner lain di Indonesia.
Keunikan cuko bahkan menjadi identitas tersendiri yang membedakan pempek asli Palembang dengan olahan serupa dari daerah lain.
Ragam Jenis Pempek yang Kini Semakin Beragam
Seiring perkembangan zaman, variasi pempek pun semakin banyak. Beberapa jenis yang paling populer antara lain:
- Pempek Kapal Selam
- Pempek Lenjer
- Pempek Telur
- Pempek Adaan
- Pempek Kulit
- Pempek Keriting
- Pempek Pistel
- Pempek Panggang
Masing-masing memiliki cita rasa dan tekstur yang berbeda, namun tetap mempertahankan bahan dasar ikan serta kuah cuko sebagai pelengkap utama.
Saat ini, pempek bukan sekadar makanan tradisional, melainkan telah menjadi ikon budaya Kota Palembang.
Hampir setiap wisatawan yang berkunjung ke ibu kota Provinsi Sumatera Selatan akan membawa pempek sebagai oleh-oleh. Bahkan industri pempek telah berkembang menjadi salah satu sektor usaha yang memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah.


