Setahun RDPS, Ekonomi Tumbuh, Stunting Turun, Palembang Tancap Gas Menuju 2027
Sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Selatan, Palembang memiliki posisi strategis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi regional, simpul perdagangan dan jasa, serta penggerak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Sejumlah indikator makro menunjukkan tren yang menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi konsisten di atas 5 persen sepanjang 2022–2024.
Hingga Triwulan III 2025, pertumbuhan mencapai 5,82 persen, menunjukkan penguatan aktivitas ekonomi domestik dan konsumsi masyarakat.
Angka kemiskinan turun dari 9,77 persen (2024) menjadi 9,04 persen (2025), dengan penurunan absolut sebesar 11,28 ribu jiwa.
Inflasi year on year 2025 terkendali di angka 2,92 persen, masih dalam rentang target nasional.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 83,27 dan masuk kategori sangat tinggi.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 6,81 persen.
Prevalensi stunting berhasil ditekan signifikan menjadi 10,60 persen pada 2024 dari 18,90 persen pada 2023.
Menurut Dewa, capaian tersebut mencerminkan efektivitas kebijakan intervensi sosial, penguatan UMKM, stabilisasi harga bahan pokok, serta sinergi lintas sektor dalam pelayanan dasar.
“Penurunan stunting hampir 8 persen dalam satu tahun bukan kerja biasa. Ini hasil kolaborasi serius antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, hingga peran keluarga,” tegasnya.
Meski demikian, Ratu Dewa mengingatkan bahwa tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks.
Dinamika global, tekanan ekonomi, perubahan iklim, serta transformasi digital menuntut respons kebijakan yang adaptif dan terukur.


