61 Pimpinan Kampus Temui Kapolda Sumsel, Ini 3 Masalah Besar yang Dibahas

Karena itu, koordinasi antara kepolisian, perguruan tinggi, dan masyarakat diperlukan untuk memperkuat kesadaran hukum serta mendorong terciptanya lingkungan yang tertib.
Dunia akademik diharapkan dapat memberikan kontribusi melalui kajian sosial, pendidikan hukum, dan masukan berdasarkan kondisi masyarakat. Pendekatan ini dapat melengkapi upaya kepolisian dalam mencegah gangguan kamtibmas.
Kolaborasi lintas sektor juga menjadi bagian penting untuk membangun kepedulian bersama terhadap keamanan lingkungan, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih aman dan nyaman.
Persoalan ketiga yang dibahas adalah pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Isu ini membutuhkan koordinasi lintas sektor, terutama dalam memperkuat langkah pencegahan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko kebakaran.
Perguruan tinggi berpotensi mendukung upaya tersebut melalui penelitian, kajian ilmiah, edukasi lingkungan, serta pengembangan rekomendasi yang sesuai dengan karakteristik wilayah Sumatera Selatan.
Dukungan akademisi diharapkan dapat membantu memperkaya pendekatan pencegahan karhutla, termasuk melalui penyebaran informasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan menghindari aktivitas yang berisiko memicu kebakaran.
Kerja sama antara kepolisian dan perguruan tinggi juga dapat membuka peluang pengembangan solusi berbasis pengetahuan untuk mendukung penanganan karhutla secara lebih terarah.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya menyampaikan bahwa kegiatan silaturahmi tersebut merupakan bentuk keterbukaan kepolisian dalam membangun komunikasi dengan kalangan akademisi.
Kemitraan antara kepolisian dan perguruan tinggi diharapkan tidak berhenti pada pertemuan, tetapi berlanjut dalam bentuk kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pertukaran gagasan dan masukan dari kalangan akademisi dapat mendukung penguatan edukasi publik, peningkatan kesadaran hukum, serta pengembangan pendekatan untuk menghadapi persoalan keamanan dan sosial di Sumatera Selatan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Irwasda Polda Sumsel Kombes Pol. Iwan Sonjaya, para pejabat utama Polda Sumsel, para kapolres jajaran, serta pimpinan dan perwakilan perguruan tinggi se-Sumatera Selatan.
Melalui sinergi ini, Polda Sumsel berharap perguruan tinggi semakin berperan sebagai mitra strategis dalam menjaga keamanan daerah.
Kolaborasi yang berkelanjutan diharapkan dapat mendukung pemberantasan narkoba, pencegahan premanisme, dan penanggulangan karhutla, sekaligus memperkuat upaya mewujudkan Sumatera Selatan yang aman, tertib, dan kondusif.(DHO)








