Pekan Tuli Internasional 2026: Ratu Dewa Ajak Warga Palembang Pahami Bahasa Isyarat

PALEMBANG, SRIWIJAYATERKINI.CO – Pemerintah Kota Palembang terus mendorong terciptanya lingkungan yang ramah, setara, dan inklusif bagi penyandang disabilitas. Komitmen tersebut kembali ditegaskan Wali Kota Palembang Ratu Dewa saat membuka kegiatan Pekan Tuli Internasional dan Hari Bahasa Isyarat Internasional 2026 di Kota Palembang.
Dalam kesempatan tersebut, Ratu Dewa mengajak masyarakat untuk meningkatkan pemahaman terhadap komunitas Tuli, termasuk dengan mengenal Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO).
Menurutnya, perbedaan cara berkomunikasi tidak semestinya menjadi penghalang bagi seseorang untuk memperoleh hak, kesempatan, serta pelayanan yang sama di tengah masyarakat.
“Bahasa isyarat bukan hanya sarana komunikasi, tetapi juga bagian dari identitas dan budaya Tuli yang harus kita hormati dan pahami,” ujar Ratu Dewa.
Ia menilai pemahaman masyarakat terhadap bahasa isyarat dapat membantu membuka ruang komunikasi yang lebih luas antara warga Tuli dan masyarakat umum.
Dengan semakin banyak masyarakat yang memahami bahasa isyarat, hambatan komunikasi dalam aktivitas sehari-hari diharapkan dapat dikurangi, termasuk ketika warga Tuli berinteraksi dalam lingkungan keluarga, pendidikan, pekerjaan maupun pelayanan publik.
Peringatan Pekan Tuli Internasional 2026 di Palembang mendapat antusiasme dari komunitas Tuli dan masyarakat umum.
Berdasarkan informasi panitia, sekitar 300 teman Tuli hadir dalam kegiatan tersebut. Jumlah peserta diperkirakan mencapai sekitar 400 orang setelah ditambah orang tua, anak-anak Tuli, komunitas, serta masyarakat umum.
Antusiasme tersebut menunjukkan adanya perhatian masyarakat terhadap pentingnya kesetaraan dan lingkungan yang inklusif bagi penyandang disabilitas.
Rangkaian kegiatan Pekan Tuli Internasional dan Hari Bahasa Isyarat Internasional 2026 juga diisi dengan berbagai agenda.
Di antaranya pawai dan kampanye publik, sosialisasi, pameran, bazar, penampilan seni teman-teman Tuli, serta edukasi mengenai Bahasa Isyarat Indonesia.
Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan antara komunitas Tuli dan masyarakat luas. Interaksi yang terbangun diharapkan dapat meningkatkan pemahaman sekaligus mengurangi stigma dan hambatan sosial terhadap penyandang disabilitas.
Ratu Dewa turut menyampaikan apresiasi kepada DPD GERKATIN Sumatera Selatan, DPC GERKATIN Kota Palembang, PUSBISINDO Sumatera Selatan, panitia, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi dapat memberikan dampak terhadap meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai hak-hak penyandang disabilitas.
Selain meningkatkan pemahaman masyarakat, Ratu Dewa juga menekankan pentingnya pelayanan publik yang dapat diakses secara setara oleh seluruh warga.
Pemerintah Kota Palembang, kata dia, berkomitmen mendorong pelayanan yang lebih inklusif bagi masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
Prinsip tersebut diharapkan diterapkan dalam berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, administrasi pemerintahan, fasilitas umum, ruang publik hingga berbagai layanan pemerintah.
Dukungan terhadap penyandang disabilitas juga telah dilakukan Pemerintah Kota Palembang melalui sejumlah program.
Pada 2024, Pemkot Palembang melalui Dinas Sosial memberikan 100 alat bantu dengar kepada penyandang disabilitas. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung aksesibilitas, kemandirian, dan kualitas hidup penerima manfaat.
Menurut Ratu Dewa, upaya membangun kota yang inklusif tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Peran masyarakat juga diperlukan agar penyandang disabilitas memiliki ruang yang sama untuk beraktivitas dan berkembang.
Dalam kegiatan tersebut, Ratu Dewa juga mendorong teman-teman Tuli untuk terus mengembangkan potensi melalui berbagai bidang.
Ia mengajak penyandang disabilitas untuk terus berkarya, berprestasi, berorganisasi, serta mengambil bagian dalam berbagai kegiatan pembangunan.
Dukungan keluarga juga dinilai memiliki peran penting. Ratu Dewa menyampaikan apresiasi kepada para orang tua dan keluarga yang selama ini memberikan pendampingan kepada anak-anak maupun anggota keluarga Tuli.
Menurutnya, lingkungan keluarga menjadi salah satu ruang penting dalam membangun kepercayaan diri, kemandirian, dan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk berkembang.
Pemerintah Kota Palembang berharap semangat yang muncul dalam Pekan Tuli Internasional dan Hari Bahasa Isyarat Internasional 2026 dapat terus berlanjut setelah kegiatan selesai.
Kolaborasi antara pemerintah, komunitas Tuli, keluarga, dunia pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat dinilai penting untuk menciptakan akses serta kesempatan yang lebih setara.
Ratu Dewa menegaskan, pembangunan kota tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga bagaimana memastikan seluruh warga mendapatkan ruang yang sama untuk berkomunikasi, memperoleh pelayanan, berkarya, dan berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat.
Kegiatan Pekan Tuli Internasional dan Hari Bahasa Isyarat Internasional Tahun 2026 di Kota Palembang secara resmi dibuka oleh Wali Kota Palembang Ratu Dewa.
Momentum tersebut diharapkan menjadi bagian dari langkah bersama untuk membangun Palembang sebagai kota yang semakin ramah, terbuka, setara, dan inklusif bagi seluruh masyarakat.(YL)








