Diduga Depresi Usai Kehilangan Anak 40 Hari Lalu, IRT di Palembang Nekat Akhiri Hidupnya

Alex mengatakan, berdasarkan pemeriksaan awal, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Tidak terlihat dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ungkapnya.
Setelah pemeriksaan di lokasi selesai, pihak keluarga membuat surat pernyataan menolak dilakukan autopsi. Jenazah korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.
Alex menambahkan, berdasarkan keterangan suami korban, sebelum kejadian tidak terjadi pertengkaran atau perselisihan dalam rumah tangga mereka. Korban juga disebut tidak memiliki keluhan penyakit selama ini.
Namun, suami korban menyampaikan bahwa ES mengalami tekanan emosional setelah anak keduanya meninggal dunia sekitar 40 hari sebelumnya.
“Menurut keterangan suaminya, korban mengalami depresi setelah ditinggal anak keduanya meninggal dunia 40 hari yang lalu,” jelas Alex.
Keterangan mengenai kondisi psikologis korban tersebut berasal dari penuturan keluarga kepada polisi dan bukan merupakan diagnosis medis yang telah dikonfirmasi.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya dukungan keluarga dan lingkungan bagi seseorang yang sedang menghadapi kehilangan atau masa berduka. Pendampingan emosional serta bantuan tenaga profesional dapat membantu seseorang melewati masa sulit tersebut.(DHO)








