Ketua TP PKK Sumsel Feby Herman Deru Ajak Masyarakat Bangkitkan Wastra Daerah Lewat Batik
Feby menambahkan, pelatihan membatik bukan merupakan program pertama yang digelar Dekranasda Sumsel. Sebelumnya, pada tahun lalu, Dekranasda Sumsel juga sukses menyelenggarakan pelatihan pembuatan tas yang diikuti peserta dari 17 kabupaten/kota.
“Yang kita lihat bukan hanya hasil pelatihannya, tetapi apakah para peserta nantinya mampu menularkan ilmu yang telah diperoleh kepada masyarakat di daerahnya masing-masing. Membagikan ilmu yang bermanfaat adalah sebuah kebaikan,” tuturnya.
Melalui pelatihan ini, Dekranasda Sumsel berharap lahir perajin-perajin baru yang mampu menghidupkan kembali batik khas Sumatera Selatan sekaligus memperkuat ekonomi kreatif, khususnya di kalangan generasi muda.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Selatan, Muhammad Al Fajri, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut menerapkan konsep efek domino agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
“Dari 115 peserta yang mengikuti pelatihan ini, setiap peserta ditargetkan mampu melatih sedikitnya 10 orang lainnya di kabupaten/kota masing-masing. Dengan begitu, ilmu yang diperoleh dapat terus berkembang dan menyebar,” jelas Al Fajri.
Pelatihan Seni Membatik Era Baru ini berlangsung selama dua hari, yakni pada 14–15 Juli 2026.(YL)


