Hadiri Panen Raya Jagung di OKU Selatan, Wagub Sumsel Cik Ujang: Bukti Nyata Semangat Para Petani
Harga rata-rata jagung pipilan kering kadar air 14 persen saat ini mencapai Rp6.400 per kilogram di gudang Bulog.
Selain itu, pada Tahun Anggaran 2025, total bantuan benih jagung hibrida di Sumsel mencapai 23.661 hektare, terdiri dari bantuan DIPA Pusat seluas 22.661 hektare dan APBD Provinsi seluas 2.000 hektare.
Khusus di OKU Selatan, bantuan benih jagung hibrida Tahun 2026 melalui DIPA Pusat mencapai 22.825 hektare dengan jadwal tanam Juni hingga Agustus 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Cik Ujang mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung program swasembada pangan Presiden RI.
“Oleh sebab itu, jangan takut berusaha. Mari bersama mendukung program swasembada pangan Presiden. Saat ini panen jagung sudah bisa menggunakan mesin, tidak seperti dulu. Sekarang sudah ada alsintan yang mendukung,” tambahnya.
Cik Ujang menegaskan dukungan pemerintah tidak hanya difokuskan pada komoditas jagung, tetapi juga sektor pertanian lainnya seperti padi, kopi, karet, dan komoditas unggulan daerah lainnya.
“Kalau kebutuhan pangan tersedia dan perut kita kenyang, kita tidak akan melihat milik orang lain. Yang penting mau bekerja keras, tekun dalam berusaha, dan disertai doa,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kompak mendukung pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan kemandirian pangan.
“Ayo kita dukung Presiden, gubernur, dan bupati untuk mewujudkan swasembada pangan. Bersama petani, kita harus kompak dan berdiri di kaki sendiri,” tegasnya.
Bupati OKU Selatan, Abusama, mengucapkan terima kasih kepada Polri dan Pemprov Sumsel karena panen raya jagung dipusatkan di Kabupaten OKU Selatan.


