Hari Bhayangkara ke-80, Kapolda Sumsel Pimpin Tradisi Sakral Pencucian Pataka Atidhira Wira Bhakti
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan Hymne Polri, pembacaan doa, dan penghormatan kepada Pataka sebelum kembali disemayamkan pada tempatnya.
Pataka Atidhira Wira Bhakti merupakan simbol kehormatan sekaligus identitas Polda Sumatera Selatan yang disahkan melalui Surat Keputusan Kapolri Nomor Pol. SKEP/1123/IX/1996 tanggal 20 September 1996. Sasanti “Atidhira Wira Bhakti” mengandung makna keteguhan hati, jiwa keperwiraan, dan pengabdian yang dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab demi menegakkan kebenaran, keadilan, serta memberikan perlindungan kepada masyarakat.
Nilai historis Pataka tersebut semakin kuat karena Polda Sumsel merupakan salah satu satuan kewilayahan Polri yang dua kali menerima Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti dari Presiden Republik Indonesia, yakni berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 028/TK/Tahun 1973 dan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 49/TK/Tahun 2025.
Penghargaan tersebut diberikan atas jasa, dedikasi, profesionalisme, dan keberhasilan Polda Sumsel dalam melaksanakan tugas kepolisian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Pelaksanaan Upacara Pemuliaan Nilai-Nilai Tribrata menjadi bagian dari penguatan budaya organisasi Polri sekaligus implementasi program Presisi yang menitikberatkan pada pembangunan sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, modern, dan terpercaya. Melalui pembinaan tradisi ini diharapkan setiap personel mampu menjaga marwah institusi serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.


