Hari Bhayangkara ke-80, Kapolda Sumsel Pimpin Tradisi Sakral Pencucian Pataka Atidhira Wira Bhakti
Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., mengatakan bahwa Pataka Atidhira Wira Bhakti bukan sekadar lambang organisasi, melainkan representasi nilai-nilai luhur yang harus diwujudkan dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian.
“Prosesi ini menjadi momentum untuk memperbarui komitmen pengabdian seluruh personel. Nilai-nilai Tribrata harus hidup dalam setiap tindakan anggota Polri sehingga kehadiran Polri benar-benar memberikan rasa aman, keadilan, dan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menambahkan bahwa Upacara Pemuliaan Nilai Tribrata merupakan refleksi perjalanan panjang pengabdian Polri sekaligus pengingat bahwa setiap keberhasilan institusi lahir dari integritas, disiplin, dan loyalitas seluruh personel.
“Tradisi ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi pengingat bahwa setiap insan Bhayangkara memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kehormatan institusi serta terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Semangat pengabdian yang diwariskan para pendahulu harus menjadi inspirasi dalam menjawab tantangan tugas kepolisian di masa depan,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.
Melalui Upacara Pemuliaan Nilai-Nilai Tribrata dan Pencucian Pataka Atidhira Wira Bhakti, Polda Sumatera Selatan meneguhkan kembali komitmennya untuk terus menghadirkan Polri yang Presisi, profesional, humanis, dan dipercaya masyarakat dalam menjaga keamanan, ketertiban, penegakan hukum, serta mendukung agenda pembangunan nasional.


