Herman Deru Dampingi Menko Polkam Tinjau Karhutla Kertapati, Strategi Pemadaman Diminta seperti Pertempuran

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan pemerintah daerah terus memperkuat upaya pencegahan dan pemadaman Karhutla. Kondisi kemarau panjang serta fenomena El Niño menjadi salah satu perhatian dalam meningkatkan kesiapsiagaan.
“Semua pihak harus fokus pada pencegahan, pemadaman, dan rehabilitasi,” kata Herman Deru.
Ia mengungkapkan, kebakaran dalam beberapa waktu terakhir juga muncul di sejumlah wilayah yang sebelumnya relatif jarang mengalami Karhutla, termasuk Palembang dan Banyuasin.
Kondisi Banyuasin menjadi perhatian tersendiri karena daerah tersebut memiliki kawasan gambut yang cukup luas dan sebagian telah dimanfaatkan sebagai lahan persawahan.
Menurut Herman Deru, munculnya titik api dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari aktivitas manusia, kondisi alam hingga arah angin. Karena itu, penanganan tidak dapat dilakukan oleh satu unsur saja, melainkan membutuhkan kerja terpadu.
Dukungan pemerintah pusat juga dinilai membantu memperkuat operasi di Sumsel, baik melalui BNPB, Manggala Agni, bantuan peralatan, pendanaan maupun tambahan personel.
TNI dan Polri turut mengerahkan kekuatan ke sejumlah lokasi Karhutla. Personel ditempatkan pada titik-titik yang membutuhkan penanganan sekaligus untuk menjaga efektivitas dan stamina petugas selama operasi.
Jajaran Brimob juga dilibatkan. Sementara dari sisi teknologi, Sumsel telah menggunakan water bombing untuk membantu pemadaman dari udara.
Herman Deru berharap dukungan teknologi tersebut dapat terus ditingkatkan sehingga kemampuan pemadaman melalui jalur udara semakin optimal.
Di sektor penegakan hukum, ia menyebut Polda Sumsel telah menangani puluhan tersangka dalam perkara Karhutla dan berkoordinasi dengan Kejaksaan untuk proses hukum selanjutnya.
“Untuk penegakan hukum sudah dilaporkan Polda, sudah 50 tersangka dan 43 diamankan, bekerja sama dengan kejaksaan,” jelasnya.
Asap Jadi Perhatian
Dampak asap akibat Karhutla terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama di Kota Palembang.
Herman Deru menjelaskan kondisi geografis Palembang yang relatif rendah membuat asap berpotensi terperangkap, terutama pada malam hingga pagi hari.
Karena itu, antisipasi terhadap gangguan kesehatan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), terus dilakukan. Pemantauan juga diperkuat selama 24 jam agar setiap kemunculan titik api dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Selain unsur pemadam, pemerintah turut melibatkan Linmas, relawan, TNI dan Polri dalam memperkuat penanganan Karhutla.
Herman Deru berharap kunjungan Menko Polkam bersama jajaran pemerintah pusat tidak hanya memperkuat koordinasi, tetapi juga memberikan dorongan moril kepada para petugas yang selama berminggu-minggu berada di lapangan.
“Kami berharap dengan kehadiran Menko ada perhatian khusus sekaligus stimulan semangat bagi mereka. Mereka ini sudah sekitar 40 hari berada di lapangan,” pungkas Herman Deru.(YL)











