Herman Deru Jadi Satu-Satunya Gubernur dari Sumatera yang Tampil sebagai Pembicara pada Konferensi Nasional Ekonomi Daerah OJK
Menanggapi pandangan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya terkait pentingnya komoditas unggulan daerah, Herman Deru mencontohkan pengembangan kopi Sumsel yang terus dijaga produktivitasnya agar tidak mengalami alih fungsi lahan.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui metode sambung pucuk guna meningkatkan hasil produksi tanpa replanting.
“Petani kita jangan hanya berpikir menjadi pemilik kafe atau barista, tetapi juga harus mampu menjadi eksportir. Melalui program Sultan Muda, bersama OJK, Himbara, dan perbankan daerah, keterampilan anak-anak muda terus kami dorong agar berkembang,” ujarnya.
Selain itu, Pemprov Sumsel juga terus memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha melalui program CSR dalam mendorong peningkatan keterampilan para wirausaha muda dan masyarakat.
Herman Deru turut menyinggung pengembangan New Palembang Port Tanjung Carat yang ditargetkan mulai berjalan pada kuartal mendatang sebagai gerbang utama distribusi ekonomi Sumsel.
Dalam forum nasional tersebut, Herman Deru kembali menegaskan komitmen Sumsel melalui tagline “Sumsel Maju Terus untuk Semua” dengan membangun ekonomi daerah yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan sekaligus menjadikan Sumsel sebagai pusat pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Pemerintah Provinsi Sumsel juga terus menyinkronkan pembangunan daerah dengan Asta Cita Presiden RI melalui hilirisasi komoditas unggulan, swasembada pangan, penguatan infrastruktur dan konektivitas, digitalisasi ekonomi, pengembangan SDM unggul, serta penguatan ekonomi kerakyatan.


