Kabut Asap Palembang Kembali Pekat, Herman Deru Pastikan Operasi Dry Ice Berlanjut

Pemerintah Sumsel tetap mengupayakan pemadaman karhutla melalui operasi udara menggunakan metode water bombing. Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi salah satu wilayah prioritas karena luas wilayah dan kejadian kebakaran yang membutuhkan penanganan intensif.
Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis, menjelaskan bahwa kondisi atmosfer turut memengaruhi tingkat kepekatan kabut asap di Palembang.
Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah lapisan inversi atmosfer, yakni kondisi ketika suhu udara meningkat seiring bertambahnya ketinggian pada lapisan tertentu. Kondisi ini dapat menghambat pergerakan vertikal udara sehingga asap sulit terangkat dan menyebar ke atmosfer yang lebih tinggi.
“Lapisan inversi ini sejatinya hampir setiap hari ada. Namun, pagi ini posisinya terlalu dekat dengan permukaan sehingga asap yang masuk ke Palembang tidak bisa menyebar lebih tinggi dan akhirnya terperangkap,” jelas Wandayantolis.
Ia menerangkan, lapisan inversi umumnya dapat berada pada ketinggian sekitar dua hingga tiga kilometer. Namun, berdasarkan pengamatan pada pagi itu, lapisan tersebut terdeteksi berada di bawah satu kilometer, sehingga lebih dekat dengan permukaan bumi.
Kondisi tersebut membuat asap yang masuk ke wilayah Palembang lebih sulit terdispersi dan berpotensi bertahan lebih lama di dekat permukaan.
Penyemaian dry ice dilakukan sebagai salah satu upaya modifikasi atmosfer untuk membantu mengubah kondisi yang mendukung terperangkapnya asap. Pemerintah berharap langkah tersebut dapat membantu memperbaiki jarak pandang dan mengurangi kepekatan kabut asap, termasuk untuk mendukung kelancaran aktivitas masyarakat dan penerbangan.
Meski demikian, penanganan di wilayah sumber kebakaran tetap menjadi bagian penting dalam upaya mengatasi persoalan kabut asap. Operasi penyemaian dry ice di Palembang pun dilanjutkan beriringan dengan pemadaman karhutla, terutama di Kabupaten OKI.
Pemerintah berharap kombinasi kedua langkah tersebut dapat membantu mengurangi dampak kabut asap sekaligus mendukung pemulihan kualitas udara di Sumatera Selatan.(YL)







