Kolaborasi Strategis, Basarnas-Pemkot Palembang Siapkan Program Pelatihan Penyelamatan bagi Warga
Dengan pendekatan berbasis edukasi dan pemberdayaan masyarakat, Pemkot optimistis kualitas layanan keselamatan publik akan meningkat secara signifikan, sekaligus menumbuhkan budaya sadar risiko di tengah masyarakat.
Sementara, Kepala Kantor SAR Palembang, Raymond Constantine, menyambut baik inisiatif tersebut dan mengapresiasi keterlibatan aktif Pemkot Palembang dalam berbagai operasi SAR selama ini.
“Kami melihat potensi besar dari kerja sama ini, terutama dalam aspek pelatihan dan edukasi. Jika masyarakat dibekali pengetahuan yang tepat, maka risiko fatalitas dalam setiap kejadian darurat dapat ditekan,” ungkap Raymond.
Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini, kecelakaan di perairan, khususnya kasus orang tenggelam di Sungai Musi, masih menjadi operasi yang paling sering ditangani oleh Basarnas.
Oleh karena itu, pihaknya menekankan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat, terutama dalam pengawasan terhadap anak-anak yang beraktivitas di sekitar sungai.
“Pengawasan orang tua sangat krusial. Selain itu, masyarakat juga perlu memahami langkah-langkah keselamatan sederhana yang bisa dilakukan secara mandiri,” tambahnya.
Raymond juga mengedukasi masyarakat mengenai pemanfaatan alat keselamatan sederhana sebagai langkah mitigasi awal.
“Jika tidak tersedia life jacket, masyarakat bisa menggunakan alternatif seperti jerigen kosong yang tertutup rapat sebagai pelampung darurat. Ini solusi sederhana, namun sangat efektif dalam kondisi darurat,” jelas Raymond.
Melalui kolaborasi ini, Pemkot Palembang dan Basarnas berharap dapat menekan angka kecelakaan, khususnya di wilayah perairan, sekaligus membangun kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya prosedur keselamatan dalam kehidupan sehari-hari.(*/YL)


