KWT Bougenville Menyulap Lahan Terbengkalai Jadi Sumber Kehidupan Prabumulih
PRABMULIH, SRIWIJAYA TERKINI.CO – “Saya adalah seorang ibu. Saya menolak diam melihat lahan kosong itu menjadi tempat nongkrong yang menjerumuskan masa depan anak-anak kami. Lahan ini harus berubah wujud.”
Gugatan hati itu dilontarkan oleh Rini Setia Budi (51). Kecemasannya beralasan. Lahan seluas 1.500 meter persegi yang terbengkalai di Kelurahan Patih Galung, Kecamatan Prabumulih Barat, Kota Prabumulih tersebut sempat menjadi sumber keresahan warga.
Sekitar tahun 2020, lahan tersebut tak terurus. Rini dan warga semakin resah memikirkan potensi masalah sosial yang sewaktu-waktu bisa meledak. Namun, keluhan saja tidak mengubah keadaan. Rini menggerakkan ibu-ibu di lingkungannya untuk mengambil alih inisiatif perbaikan lingkungan tersebut.
Langkah mulia Rini dimulai melalui pembentukan Kelompok Wanita Tani (KWT) Bougenville bersama sejumlah perempuan di Patih Galung. Akan tetapi, ia menyadari tekad saja tidak cukup. Rini dan anggota KWT Bougenville belum punya keterampilan bertani yang memadai untuk mengelola lahan seluas itu.
Perjuangan merombak wajah Patih Galung ini kemudian mempertemukan Rini dan kelompoknya dengan Pertamina EP (PEP) Limau Field, yang merupakan bagian dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4.
Inisiasi warga ini sejalan dengan program Pertanian Sehat Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan (Niat Mila) yang dicanangkan perusahaan.
PEP Limau Field memberi dukungan menyeluruh melalui pelatihan pengolahan pertanian organik serta pengadaan sarana dan prasarana pertanian. Perlahan tapi pasti, ibu-ibu KWT Bougenville mulai paham cara menanam sayur-mayur secara organik.


