KWT Bougenville Menyulap Lahan Terbengkalai Jadi Sumber Kehidupan Prabumulih
Lahan yang semula menjadi pusat kegiatan negatif perlahan berubah menjadi sumber pemenuhan kebutuhan pangan warga Patih Galung. Mereka bisa menekan pengeluaran belanja dapur hingga Rp500 ribu per bulan berkat bahan makanan yang ditanam sendiri.
Tak berhenti di situ, PEP Limau Field juga membimbing Rini dan kawan-kawan mengolah hasil tani mereka menjadi produk bernilai ekonomi.
Mereka kini mampu memproduksi 18 produk bernilai jual, termasuk serbuk minuman Serjale (serai jahe lemon), serbuk minuman Kunwak (kunyit temulawak), dan minuman segar Verranas (aloe vera nanas).
KWT Bougenville yang beranggotakan 20 orang perempuan itu pun mulai menuai hasil dari benih baik yang mereka tanam beberapa tahun lalu. Mereka mendapatkan penghasilan tambahan Rp1,5 juta per bulan untuk kas kelompok.
“Saya tahu betapa besarnya keperluan dapur yang harus dipenuhi setiap harinya. Ketika lahan ini bisa menambal kebutuhan itu sekaligus memberikan lingkungan bermain yang sehat bagi anak-anak kami, rasanya lelah mencangkul seharian langsung hilang,” ujarnya.
Manager Community Involvement and Development (CID) PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), Iwan Ridwan Faizal, menyampaikan bahwa kegigihan Rini dan KWT Bougenville menginspirasi PHR untuk terus tumbuh bersama masyarakat di sekitar wilayah operasi.
Program Niat Mila yang digerakkan PEP Limau Field berhasil menyentuh akar permasalahan desa. Kemandirian pangan sukses dicapai, beriringan dengan terciptanya ruang interaksi yang aman bagi generasi muda Prabumulih.
“Kami ingin memastikan keberadaan perusahaan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar melalui pemberdayaan yang berkelanjutan,” kata Iwan.
Pendekatan PHR Zona 4 Limau Field dalam setiap program pemberdayaan senantiasa menjauhi pola bantuan sesaat. Setiap inisiatif dirancang berkesinambungan guna menyentuh aspek peningkatan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan penguatan struktur sosial masyarakat setempat.(YL)


