Merajut Harapan dari Limbah Jerami, Petani Pengabuan Tingkatkan Penghasilan Lewat Produk Ramah Lingkungan
Biasanya, mereka hanya mengantongi sekitar Rp1,7 juta per orang per bulan dari hasil pertanian, atau separuh dari standar upah minimum PALI. Saat ini rata-rata pendapatan 60 petani dari tiga Kelompok naik sampai Rp3,9 juta per orang per bulan.
“Jerami yang dulu cuma jadi sampah ternyata bisa bawa berkah. Ngebulnya enggak lagi di sawah, alhamdullilah ngebulnya di dapur soalnya pemasukan nambah,” ucap Sarbeni.
Program ini juga diperkirakan berpotensi menurunkan emisi karbon hingga 18 ton CO2 per tahun melalui pengurangan praktik pembakaran jerami.
Selain mengurangi pembakaran jerami, inovasi produk ramah lingkungan berbahan dasar jerami juga diharapkan membantu mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di PALI.
Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2024 mencatat Kabupaten PALI menghasilkan timbunan sampah 38.730 ton per tahun, sekitar 8.404 ton di antaranya adalah sampah plastik.
Dengan wadah ramah lingkungan dari jerami buatan Sarbeni dan kelompok, diharapkan bisa menjadi solusi mengurangi sampah plastik.
Manager Community Involvement and Development (CID) PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Iwan Ridwan Faizal menyampaikan Desa Pengabuan menjadi bukti perubahan besar dapat tumbuh dari inisiatif warga yang sederhana.
Program PERMATA PEP Adera Field menjadi solusi atas sejumlah persoalan di Pengabuan, mulai dari masalah lingkungan hingga kesejahteraan petani. Inisiatif para petani Pengabuan menjadi inspirasi bagi perusahaan untuk terus memberi dampak positif kepada masyarakat di sekitar wilayah operasi.
“Kami ingin memastikan kehadiran perusahaan menjadi pendorong bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi untuk mandiri melalui pemberdayaan berkelanjutan,” ucap Iwan.(YL)


