Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Sumsel Peringatan Hari Jadi ke-80 Sumsel, Gubernur: Keberhasilan Sumsel adalah Keberhasilan Bersama
Ia menjelaskan, istilah “Sultan” dipilih sebagai simbol anak muda yang sukses membangun usaha dan mampu membuka lapangan kerja bagi orang lain. Ide tersebut muncul dari pengalaman pribadinya saat bertemu seorang pemuda penjual minuman di Muratara yang memiliki lima gerobak usaha.
“Saya berpikir, kalau satu Sultan Muda bisa mempekerjakan lima orang, maka ini akan sangat membantu mengurangi pengangguran. Hari ini sudah ada lebih dari 9.500 Sultan Muda di Sumsel,” ujarnya.
Program tersebut kini semakin diperkuat dengan hadirnya Sultan Muda Center di gedung OJK Sumsel yang menjadi pusat pembinaan generasi muda wirausaha. Herman Deru pun mengajak seluruh kepala daerah, DPRD, hingga anggota DPR RI dan DPD RI untuk bersama-sama mendorong anak muda Sumsel menjadi generasi mandiri dan memiliki daya juang tinggi.
Ia bahkan mencontohkan keberhasilan anak-anak muda asal Lubuklinggau yang kini mampu mengekspor produk olahan kelapa hingga ke Tiongkok dan Prancis. Menurutnya, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa generasi muda Sumsel memiliki potensi besar bersaing di pasar internasional.
Selain sektor ekonomi, Herman Deru juga menegaskan komitmennya dalam menjaga Sumsel sebagai daerah religius, toleran, dan berbudaya. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat harmonisasi sosial, nilai keagamaan, serta pelestarian budaya lokal. “Di Sumsel, masyarakat sangat mudah menerima perbedaan tanpa cacian dan keributan. Ini harus terus kita jaga,” katanya.
Di bidang pariwisata, Herman Deru menyoroti keberhasilan program Sumsel Wonderful yang terus mendorong lahirnya destinasi wisata unggulan seperti Ranau Gran Fondo dan Sriwijaya Dempo Run.


