Gubernur Herman Deru Tampilkan Program 100.000 Sultan Muda sebagai Andalan Menuju TPKAD Award 2026
Menurut Herman Deru, keberadaan Program Sultan Muda turut berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah. Saat ini, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Sumsel tercatat sebesar 3,59 persen, lebih rendah dibandingkan angka nasional. Tingkat kemiskinan juga turun menjadi 9,85 persen dan, untuk pertama kalinya dalam sejarah Sumsel, berada pada level satu digit. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 74,76, rasio gini sebesar 0,298, dan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,35 persen.
“Tingkat pengangguran terbuka (TPT) kita menurun. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap capaian tersebut adalah Program Sultan Muda. Dari sisi akses keuangan daerah, Sumatera Selatan merupakan provinsi yang luas dengan 17 kabupaten/kota, 241 kecamatan, serta 3.258 desa dan kelurahan. Karena itu, dibutuhkan pionir-pionir muda yang mampu mengakselerasi pembangunan. Kelebihan mereka adalah berasal dari Generasi Z, milenial, dan Generasi Alfa yang tentu lebih maju dalam pemanfaatan informasi dan teknologi,” paparnya.
Pada kesempatan itu, Herman Deru juga menegaskan bahwa Program Sultan Muda sangat efektif dalam memperluas akses keuangan sekaligus mengakselerasi perekonomian daerah melalui pembiayaan produktif bagi masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, OJK, dan industri jasa keuangan mampu membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan.
Bahkan, melalui Program Sultan Muda XporA, pembiayaan dihubungkan dengan pengembangan komoditas unggulan daerah. Sementara itu, terbentuknya ekosistem ketertelusuran ekspor mampu memperkuat daya saing produk daerah sekaligus memperluas peluang pasar global.
Herman Deru berharap Program Sultan Muda yang digagasnya mampu mengantarkan Sumsel meraih TPKAD Award 2026. Ia juga memohon dukungan dan doa seluruh masyarakat agar upaya tersebut membuahkan hasil.
Dalam sesi penilaian, Guru Besar Universitas Brawijaya Prof. Dr. Candra Fajri Ananda mengapresiasi kinerja Pemerintah Provinsi Sumsel, khususnya dalam mengurangi ketergantungan terhadap fluktuasi harga komoditas melalui hilirisasi.
Menurutnya, Program Sultan Muda merupakan langkah positif dalam membangun basis pelaku usaha baru yang ke depan berpotensi memperluas basis penerimaan daerah. Ia juga mendalami berbagai aspek ekosistem program, mulai dari skema pembiayaan perbankan, perlindungan pekerja melalui BPJS Ketenagakerjaan, hingga strategi menjaga daya saing ekspor.
Menanggapi hal tersebut, Herman Deru menjelaskan bahwa hilirisasi telah mulai menghasilkan berbagai produk bernilai tambah, seperti ekspor arang batok kelapa dan pengembangan bioavtur berbahan dasar kelapa yang dikembangkan oleh anak-anak muda di Kabupaten Banyuasin.
Apresiasi juga disampaikan oleh Tim Asesmen OJK, M. Ismail Riyadi. Ia menilai paparan Gubernur Sumsel disampaikan secara lengkap dan komprehensif. Menurutnya, keberhasilan Sumsel mengintegrasikan inklusi keuangan dengan pengelolaan komoditas melalui hilirisasi berpotensi menjadi model bagi provinsi lain di Indonesia.
Turut mendampingi Gubernur Sumsel dalam kegiatan tersebut Kepala OJK Sumsel Arifin Susanto, para kepala OPD terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel, serta perwakilan Sultan Muda Sumsel.(YL)


