Sarang Narkoba di Lorong Manggar Boom Baru Palembang Digerebek Tim Gabungan, 7 Orang Diamankan

PALEMBANG, SRIWIJAYATERKINI.CO – Tim gabungan dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Selatan, Satresnarkoba Polrestabes Palembang, dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumsel menggerebek sebuah lokasi yang diduga menjadi tempat penyalahgunaan narkoba di Jalan Memet Sastra Wirya, Lorong Manggar 2, Kelurahan Lawang Kidul, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang, Jumat (23/10/2026) sore.
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan tujuh orang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga menyita narkotika jenis sabu dengan berat 1,56 gram serta sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas penyalahgunaan narkoba.
Penggerebekan yang mendapat pengawalan ketat personel Brimob Polda Sumsel itu menyita perhatian warga. Ratusan masyarakat terlihat berkerumun di sekitar lokasi untuk menyaksikan proses penindakan aparat gabungan.
Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Patar Silalahi, mengatakan ketujuh orang yang diamankan telah menjalani pemeriksaan urine oleh petugas BNNP Sumsel.
“Setelah dilakukan penggerebekan, kita mengamankan tujuh orang yang juga menggunakan. Tadi sudah dilakukan pengecekan urine oleh BNNP Sumatera Selatan,” ujar Patar di lokasi, didampingi Kasat Resnarkoba Polrestabes Palembang, Kompol Muhammad Burhanudin Hanafiah.
Selain mengamankan tujuh orang, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba. Barang tersebut meliputi alat yang diduga digunakan untuk mengonsumsi narkoba, beberapa unit telepon genggam, korek api, plastik klip, serta sejumlah timbangan.
Petugas turut menyita sabu seberat 1,56 gram. Seluruh barang bukti tersebut dibawa untuk kepentingan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.
Patar menjelaskan, penyidik juga akan mendalami isi telepon genggam yang ditemukan di lokasi. Pemeriksaan secara forensik digital diperlukan untuk menelusuri informasi yang mungkin berkaitan dengan aktivitas narkoba di tempat tersebut.
“Handphone ini akan dilakukan pendalaman. Nanti kita forensik,” ungkapnya.








