Tak Perlu Cemas Biaya Berobat, Keluarga di Palembang Rasakan Manfaat JKN

PALEMBANG, SRIWIJAYATERKINI.CO – Manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dirasakan langsung oleh Ely Susanti dan Marlin, pasangan suami istri asal Kecamatan Jakabaring, Kota Palembang, Sumatera Selatan. Kepesertaan JKN membantu keluarga tersebut mendapatkan pelayanan kesehatan, mulai dari penanganan putri mereka yang berusia tiga bulan hingga pengobatan rutin penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) yang dialami Marlin.
Pengalaman itu bermula ketika putri mereka mengalami gejala diare dan harus menjalani perawatan di rumah sakit. Sebagai orang tua, Ely dan Marlin sempat merasa khawatir karena kondisi anak mereka yang masih bayi membutuhkan penanganan medis segera.
Namun, keduanya mengaku merasa lebih tenang setelah putri mereka mendapatkan pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan proses penempatan kamar rawat inap berlangsung relatif cepat.
Ely mengatakan, tenaga kesehatan langsung memberikan penanganan ketika anaknya tiba di IGD. Setelah itu, keluarga juga tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mendapatkan kamar perawatan.
“Begitu anak kami dibawa ke IGD, langsung mendapatkan penanganan dari petugas. Prosesnya juga cepat. Setelah itu, kami tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mendapatkan kamar rawat inap,” ungkap Ely.
Menurutnya, kecepatan pelayanan menjadi hal penting bagi keluarga yang sedang menghadapi kondisi kesehatan darurat, terlebih ketika pasien yang membutuhkan perawatan masih berusia sangat muda.
Pengalaman tersebut membuat Ely dan Marlin merasakan pentingnya memiliki jaminan kesehatan. Dengan kepesertaan JKN, mereka memiliki perlindungan untuk mengakses pelayanan medis sesuai ketentuan yang berlaku tanpa harus menanggung seluruh biaya pelayanan secara mandiri.
Ely dan Marlin merupakan peserta JKN yang didaftarkan oleh pemerintah daerah. Bagi mereka, kepesertaan tersebut memberikan rasa aman ketika anggota keluarga membutuhkan pelayanan kesehatan.
Manfaat JKN tidak hanya dirasakan saat putri mereka harus menjalani rawat inap. Program tersebut juga membantu Marlin dalam menjalani pengobatan rutin untuk penyakit paru obstruktif kronis atau PPOK.
PPOK merupakan penyakit paru jangka panjang yang dapat menyebabkan hambatan aliran udara dan membutuhkan penanganan medis berkelanjutan. Karena itu, keteraturan pengobatan serta pemantauan kondisi kesehatan menjadi bagian penting dalam penanganannya.






