Sumur BNN-6 di Ogan Ilir Temukan Lapisan Minyak Baru, Produksi Awal Capai 1.257 BOPD

General Manager KSO BOSL, Andri Luthfi Lukman Hakim, mengatakan hasil pemboran tersebut menunjukkan masih terdapat peluang pengembangan di Lapangan Tangai Sukananti.
Menurutnya, pengelolaan reservoir dan keandalan operasional menjadi bagian penting untuk mengoptimalkan potensi lapangan yang masih tersedia.
“Temuan ini membuktikan bahwa lapangan KSO masih memiliki potensi untuk dikembangkan melalui pengelolaan reservoir yang tepat dan operasional yang andal. Kami berkomitmen melanjutkan pengembangan secara berkelanjutan dan berkontribusi terhadap peningkatan produksi migas nasional,” ujar Andri.
Apresiasi juga disampaikan Sr Manager Partnership Regional 1, Asrin Sarsono. Ia menilai capaian dari Sumur BNN-6 menunjukkan adanya peluang positif dari kerja sama antara PEP dan mitra KSO dalam mengoptimalkan sumber daya minyak dan gas.
Sementara itu, Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Bambang Dwi Djanuarto, turut memberikan apresiasi atas hasil pemboran tersebut.
Bambang mengatakan SKK Migas terus mendorong kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) bersama mitra kerjanya untuk mempercepat kegiatan eksplorasi, pengembangan lapangan, sekaligus mengoptimalkan potensi produksi migas.
“SKK Migas terus mendorong KKKS dan mitra kerja untuk mempercepat eksplorasi, pengembangan lapangan, dan optimalisasi potensi produksi. Kami berharap hasil positif Sumur BNN-6 dapat segera ditindaklanjuti dan memberikan kontribusi terhadap produksi migas nasional serta ketahanan energi,” ungkap Bambang.
Keberhasilan pemboran BNN-6 menjadi salah satu perkembangan dalam upaya mengoptimalkan potensi migas di Sumatera Selatan. Temuan Lapisan M sekaligus membuka peluang untuk pengembangan lebih lanjut di Struktur Bunian, khususnya setelah seluruh rangkaian pengujian terhadap lapisan potensial selesai dilakukan.(YL)














