Thobib Al Asyhar Raih Penghargaan Kepemimpinan Komunikasi Pemerintah di KHP 2026

“Karena itu, sinergi menjadi sangat penting. Kita perlu membangun ekosistem komunikasi yang saling mendukung, berbagi cerita baik, memperkuat pesan, dan bersama-sama menghadirkan informasi pemerintah yang bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Menurut Thobib, penguatan komunikasi publik di lingkungan Kemenag juga terus dilakukan melalui jejaring kehumasan yang terhubung dari tingkat pusat hingga satuan kerja di daerah.
“Dan alhamdulillah, saat ini Humas Kemenag telah terkoneksi secara sinergis dari Pusat, Kanwil, Kankemenag kab/kota, hingga KUA dan madrasah melalui peran Pranata Humas dan insan kehumasan yang aktif,” lanjutnya.
Ia berharap penghargaan yang diterimanya dapat menjadi dorongan bagi seluruh jajaran humas Kemenag untuk terus meningkatkan kemampuan dan menghadirkan berbagai inovasi dalam penyampaian informasi publik.
Thobib juga berharap penghargaan tersebut tidak berhenti sebagai pencapaian individu, tetapi dapat menjadi energi bersama untuk meningkatkan kualitas komunikasi publik Kemenag agar semakin efektif dan memberikan dampak bagi masyarakat.
Sementara itu, pelaksanaan KHP 2026 menjadi salah satu momentum untuk memperkuat jejaring dan kolaborasi antarpraktisi humas pemerintah.
Dengan kolaborasi tersebut, komunikasi pemerintah diharapkan tidak berjalan secara terpisah, tetapi terhubung dalam ekosistem komunikasi publik yang lebih terintegrasi.
KHP 2026 mengusung pesan utama “Transformasi Humas Pemerintah: Bersinergi dan Berdampak dalam Komunikasi Publik Indonesia.”
Pesan tersebut menekankan bahwa perubahan dalam praktik kehumasan pemerintah perlu diiringi dengan peningkatan kompetensi, kolaborasi, inovasi, serta orientasi terhadap dampak komunikasi yang dirasakan masyarakat.(YL)












