Semangat Belajar di Usia Senja, 60 Kakek dan Kakekdi Palembang Resmi Diwisuda

PALEMBANG, SRIWIJAYATERKINI.CO – Semangat menuntut ilmu ternyata tidak pernah mengenal batas usia. Hal ini dibuktikan oleh 60 kakek dan nenek atau yang akrab disapa Yai dan Nyai di Kota Palembang. Meski telah memasuki usia lanjut, mereka tetap bersemangat mengikuti pendidikan hingga akhirnya dinyatakan lulus dan diwisuda.
Momen membahagiakan tersebut berlangsung dalam Wisuda Sekolah Lansia Tahun 2026 di Ruang Parameswara, Kantor Wali Kota Palembang, Kamis (29/10/2026). Prosesi ini menjadi penanda keberhasilan para peserta menyelesaikan rangkaian pembelajaran sekaligus membuktikan bahwa kesempatan untuk memperoleh pendidikan tetap terbuka di usia senja.
Sebanyak 60 peserta yang diwisuda berasal dari dua sekolah lansia di Kota Palembang. Keduanya yakni Sekolah Lansia Tangguh Ceria di Kecamatan Ilir Timur I dan Sekolah Lansia Nurul Furqon di Kecamatan Seberang Ulu I.
Masing-masing sekolah meluluskan 30 peserta yang telah mengikuti pembelajaran selama kurang lebih enam bulan dengan total 10 kali pertemuan.
Selama mengikuti Sekolah Lansia, para peserta mendapatkan pembekalan berupa pengetahuan dan keterampilan untuk meningkatkan kualitas hidup. Materi pembelajaran diarahkan agar para lansia mampu menjaga kesehatan, mempertahankan kemandirian, serta tetap aktif dan produktif dalam kehidupan sehari-hari.
Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim, menyampaikan apresiasi terhadap semangat para peserta yang masih memiliki keinginan kuat untuk belajar dan mengembangkan kemampuan meskipun sudah lanjut usia.
Menurut Aprizal, lansia bukan hanya kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian dan pendampingan. Mereka juga memiliki potensi, pengalaman, serta keterampilan yang dapat terus dikembangkan untuk memberikan kontribusi bagi keluarga maupun lingkungan sosial.
“Para lansia memiliki potensi yang dapat terus dikembangkan. Melalui pemberdayaan yang tepat, mereka dapat tetap sehat, mandiri, produktif, serta berperan aktif di tengah keluarga dan masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, peningkatan kualitas hidup masyarakat lanjut usia membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Keluarga, masyarakat, dan pemerintah memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang memberikan ruang bagi lansia untuk tetap beraktivitas dan menjalani kehidupan secara bermartabat.
Program Sekolah Lansia menjadi salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat dalam menghadapi fenomena aging population, yakni meningkatnya proporsi penduduk berusia lanjut dalam struktur demografi.







