BNNP Sumsel Musnahkan 45,5 Kg Sabu dan 9.439 Ekstasi dari Jaringan Internasional Malaysia-Palembang-PALI

“Kita di sini mengincar jaringannya dengan memastikan semua pelaku peredaran gelap narkoba mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ungkapnya.
Besarnya barang bukti yang berhasil disita disebut sebagai hasil dari pengembangan pola jaringan yang dilakukan petugas.
Hisar menambahkan, pemberantasan peredaran narkotika harus dilakukan secara berkelanjutan karena dampaknya dapat merusak generasi muda yang seharusnya menjadi kelompok produktif.
“Kalau barang bukti ini sampai ke generasi muda akan menghancurkan masa depan mereka. Mereka yang seharusnya menjadi masa depan yang produktif bisa hancur karena mengenal narkoba,” jelasnya.
BNNP Sumsel memastikan penelusuran terhadap jaringan narkotika akan terus dilakukan hingga ke mata rantai peredarannya.
Herman Deru Apresiasi BNNP Sumsel
Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru memberikan apresiasi terhadap langkah BNNP Sumsel dalam mengungkap sekaligus memusnahkan barang bukti narkotika.
Menurut Herman Deru, pemusnahan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan barang bukti hasil pengungkapan tidak kembali disalahgunakan.
“Kita menilai begitu beratnya kinerja BNNP Sumsel hingga Kepolisian dalam melakukan pemberantasan peredaran hingga penggunaan narkoba. Kita mengapresiasi langkah yang dilakukan BNNP Sumsel ini,” ujar Herman Deru.
Herman Deru berharap hasil survei terkait penyalahgunaan narkoba di Sumsel menunjukkan penurunan dibandingkan data beberapa tahun sebelumnya.
Di sisi lain, ia menilai perkembangan teknologi juga dimanfaatkan oleh jaringan narkotika untuk mengubah cara mereka dalam memasarkan maupun memasukkan barang terlarang ke Sumatera Selatan.
Karena itu, menurutnya, upaya pemberantasan tidak cukup hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Perlindungan terhadap generasi muda juga harus diperkuat dari lingkungan keluarga, tokoh agama dan tokoh masyarakat.
“Kita perlu benteng untuk melapisi generasi muda dari barang haram ini, seperti benteng di keluarga, dari tokoh agama, tokoh masyarakat yang tentunya sangat berpengaruh,” katanya.
Herman Deru mengingatkan, dampak narkotika tidak hanya menyentuh persoalan kesehatan dan masa depan generasi muda, tetapi juga dapat berkaitan dengan persoalan sosial dan tindak kriminal.
Karena itu, ia menilai kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, keluarga dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menekan peredaran narkotika di Sumatera Selatan.
“Kita sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan BNNP Sumsel dengan melakukan berbagai kerja sama dalam melakukan pemberantasan narkoba di wilayah Sumsel,” tutup Herman Deru.(DHO)














