Herman Deru Resmikan Sriwijaya Health Institute, Dorong Peningkatan Kualitas Tenaga Kesehatan Sumsel

Ia mengingatkan bahwa pelayanan yang baik tidak hanya ditentukan oleh kemampuan medis, tetapi juga oleh cara tenaga kesehatan memberikan rasa nyaman dan kepercayaan kepada pasien.
“Pasien yang datang ke fasilitas kesehatan tidak hanya membutuhkan pengobatan, tetapi juga membutuhkan ketenangan. Karena itu, aspek keramahtamahan harus menjadi bagian penting dalam pelayanan kesehatan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Herman Deru berharap SHI dapat menjadi pusat pengembangan kapasitas tenaga kesehatan yang berkelanjutan bagi seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan. Ia menginginkan tenaga kesehatan dari 17 kabupaten/kota memperoleh kesempatan yang sama untuk meningkatkan kompetensi melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan yang tersedia.
Pada kesempatan tersebut, Herman Deru juga menyinggung pentingnya memperkuat ketahanan kesehatan daerah. Menurutnya, pengalaman menghadapi pandemi COVID-19 menjadi pelajaran berharga bahwa kualitas sumber daya manusia kesehatan merupakan faktor utama dalam menghadapi berbagai ancaman kesehatan di masa mendatang.
Sementara itu, Direktur Sriwijaya Health Institute, Prof. Dr. dr. Yuwono, M Biomed., menjelaskan bahwa SHI merupakan lembaga pendidikan dan pelatihan resmi yang telah memperoleh rekomendasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Ia mengatakan fokus utama SHI adalah meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan saat ini.
“Kami fokus pada capacity building tenaga kesehatan. Lembaga seperti ini masih sangat terbatas di Pulau Sumatera. Saat ini baru ada di Medan, Sumatera Barat, dan kini hadir di Sumatera Selatan,” ungkapnya.
Dengan hadirnya SHI, diharapkan Sumatera Selatan semakin siap mencetak tenaga kesehatan yang profesional, adaptif, dan berdaya saing tinggi sehingga mampu mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat sekaligus menjawab kebutuhan sektor kesehatan di masa depan.
Acara grand opening tersebut dihadiri ratusan peserta dari berbagai unsur, mulai dari direktur rumah sakit, akademisi, fakultas kedokteran, praktisi laboratorium, organisasi profesi kesehatan, hingga tokoh masyarakat dan pemerhati kesehatan.(YL)














