Herman Deru Tekankan Pengembangan Wisata Alam Harus Berbasis Kelestarian Lingkungan
Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru juga mengungkapkan pengalamannya saat menerima penghargaan Satyalancana Wira Karya di bidang kelautan, perikanan, dan pelestarian DAS.
Menurutnya, penghargaan tersebut melalui proses penilaian yang panjang karena dilakukan selama empat tahun untuk mengukur konsistensi kepala daerah dalam menjaga lingkungan.
Ia mencontohkan keberadaan ikan tirusan yang hanya dapat hidup di kawasan mangrove yang masih lestari. Selain memiliki nilai ekonomi tinggi, keberadaan ikan tersebut juga menjadi indikator bahwa ekosistem mangrove tetap terjaga dengan baik dan mampu mencegah terjadinya abrasi.
Lebih lanjut, Herman Deru mengatakan keberhasilan menjaga lingkungan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata.
Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat agar upaya pelestarian alam dapat berjalan optimal serta memberikan manfaat jangka panjang.
Menurutnya, salah satu bukti nyata keberhasilan menjaga lingkungan adalah minimnya dampak banjir besar di Sumatera Selatan dibandingkan sejumlah daerah lain yang belakangan mengalami kerusakan cukup parah akibat bencana alam.
Ia menilai bahwa alam yang dijaga dengan baik pada akhirnya akan memberikan perlindungan kepada manusia.
Pada kesempatan itu, Herman Deru juga mengapresiasi pengelola Aesthetic Dempo Umi Alfatih yang dinilai mampu memadukan pengembangan usaha dengan pemanfaatan potensi alam secara bertanggung jawab.
Ia menegaskan bahwa aktivitas bisnis tidak menjadi persoalan selama tetap berada dalam koridor pelestarian lingkungan.


