Identifikasi Korban Bus ALS di Muratara, Polda Sumsel Kirim Sampel DNA ke Jakarta
Karumkit Bhayangkara TK II Mohammad Hasan Palembang Kombes Pol dr Budi Susanto, menyampaikan bahwa hingga saat ini sebanyak 11 korban telah memiliki laporan keluarga, sementara lima korban lainnya masih menunggu data pembanding dari pihak keluarga.
“Tim DVI bekerja secara maksimal menggunakan metode identifikasi ilmiah. Sampel DNA dari jenazah maupun keluarga korban akan dikirim ke Laboratorium DNA Pusdokkes Polri di Jakarta melalui jalur protokol khusus agar proses identifikasi dapat berjalan cepat dan akurat,” jelas Kombes Pol dr Budi Susanto.
Selain fokus pada identifikasi korban meninggal dunia, Polda Sumsel juga memberikan perhatian penuh terhadap korban selamat yang mengalami luka bakar serius.
Tiga korban saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Rupit dan direncanakan akan dievakuasi ke Palembang guna mendapatkan penanganan medis lanjutan yang lebih komprehensif.
Korban luka berat tersebut masing-masing adalah Jumiatun (35) asal Pati, Jawa Tengah, Ngadiono (44) asal Pati, Jawa Tengah, serta Muhammad Fahrul Hubaidi (31) asal Tegal.
Sementara satu korban luka ringan yakni M. Fadli bin Ibrahim (30), kenek bus asal Riau, masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik.
Dalam proses investigasi kecelakaan, Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel bersama Tim Laboratorium Forensik Polri juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara lanjutan menggunakan teknologi Traffic Accident Analysis (TAA).
Teknologi ini memungkinkan penyidik merekonstruksi kecelakaan secara digital dan tiga dimensi untuk mengetahui pola benturan, estimasi kecepatan kendaraan, hingga posisi akhir kendaraan sebelum terbakar.


