Pemilik Senpi Rakitan di OKU Timur Ditangkap, Polisi Amankan Revolver dan Peluru Tajam
Kepemilikan senjata api tanpa hak tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga dapat menjadi ancaman serius terhadap keselamatan masyarakat dan stabilitas keamanan daerah.
Kapolres OKU Timur AKBP Adik Listiyono, menegaskan bahwa jajarannya akan terus melakukan penindakan terhadap segala bentuk kepemilikan senjata api ilegal di wilayah hukum Polres OKU Timur.
“Kami mengapresiasi peran aktif masyarakat yang telah memberikan informasi kepada kepolisian. Setiap laporan akan kami tindak lanjuti secara profesional. Kepemilikan senjata api tanpa izin merupakan pelanggaran hukum yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan, sehingga akan kami tindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Atas perbuatannya, tersangka diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Penyidik juga tengah melengkapi administrasi penyidikan, termasuk pengiriman Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada pihak kejaksaan.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menyampaikan bahwa Operasi Senpi Musi 2026 merupakan langkah strategis untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di seluruh wilayah Sumatera Selatan.
“Kepemilikan senjata api ilegal merupakan salah satu faktor yang dapat memicu terjadinya tindak pidana dan konflik yang membahayakan masyarakat. Karena itu, Polda Sumsel terus mengintensifkan Operasi Senpi Musi 2026 sebagai langkah preventif dan represif untuk menekan potensi kejahatan bersenjata. Kami juga mengajak masyarakat untuk tidak menyimpan ataupun menguasai senjata api tanpa izin serta segera melaporkan apabila mengetahui adanya kepemilikan senjata api ilegal di lingkungannya,” ujar Kabid Humas.


