Coba Kabur, Kurir Sabu 2 Kg dan Puluhan Pil Esktasi dari Muratara Dicegat di Musi Rawas
Hasil pemeriksaan urine terhadap tersangka menunjukkan positif mengandung metamfetamin.
Dalam pemeriksaan awal, tersangka H mengakui bahwa narkotika tersebut diperoleh dari seseorang berinisial A di wilayah Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara, dan akan diserahkan kepada seseorang berinisial R di wilayah Musi Rawas.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, atau Pasal 609 Ayat (2) Huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026, dengan ancaman pidana maksimal berupa hukuman mati atau penjara seumur hidup.
Kasat Reserse Narkoba Polres Musi Rawas Iptu Jemmy Amin Gumayel, menegaskan bahwa pengungkapan ini menunjukkan keseriusan Polres Musi Rawas dalam memutus jalur distribusi narkotika dari wilayah Muratara menuju Kabupaten Musi Rawas dan sekitarnya.
“Kurir membawa lebih dari dua kilogram sabu dengan sistem kemasan berlapis untuk menghindari deteksi petugas. Tersangka sempat mencoba melarikan diri, namun berhasil diamankan Tim Elang Musi. Saat ini kami terus melakukan pengembangan untuk mengungkap pemasok maupun penerima barang tersebut,” ujar Iptu Jemmy.
Kapolres Musi Rawas AKBP Agung Adhitya Prananta, menegaskan bahwa wilayah jalur Muratara–Musi Rawas menjadi salah satu fokus pengawasan utama jajaran kepolisian karena berulang kali dimanfaatkan jaringan narkotika sebagai jalur distribusi.
“Hari ini lebih dari dua kilogram sabu dan 20 butir ekstasi berhasil kami gagalkan sebelum beredar di tengah masyarakat. Ini adalah bentuk nyata komitmen Polres Musi Rawas untuk terus menjadi benteng dalam memutus jalur distribusi narkoba di wilayah Sumatera Selatan,” tegas AKBP Agung.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menyatakan bahwa keberhasilan penyitaan narkotika dalam jumlah besar secara beruntun di sejumlah wilayah menunjukkan konsistensi Polda Sumsel dalam memberantas jaringan peredaran gelap narkoba.
“Dalam satu hari, jajaran Polda Sumsel berhasil menyita lebih dari 12 kilogram narkotika dari dua operasi besar yang berbeda. Ini membuktikan bahwa negara hadir secara nyata dalam melindungi masyarakat Sumatera Selatan dari ancaman narkotika melalui tindakan yang terukur, simultan, dan tanpa kompromi,” ujar Kombes Pol Nandang.
Polda Sumatera Selatan memastikan pengembangan perkara akan terus dilakukan secara terpadu bersama Ditresnarkoba Polda Sumsel guna mengungkap jaringan pemasok dan distribusi narkotika lintas wilayah yang beroperasi di jalur Kabupaten Musi Rawas Utara, Musi Rawas, hingga Kota Lubuk Linggau.


